Banjarbaru, Jukung.co.id – Rangkaian Rapat Koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 Kalimantan Selatan yang digelar selawas tiga hari, 11–13 Juni 2025, memasuki agenda hari kedua, para peserta melakukan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat di Jalan A. Yani Paal 35.5, Banjarbaru, baisukan Kamis (12/06/2025).
Sebelum melaksanakan rapat penyusunan teknis Temu Karya yang akan digelar pada September mendatang, peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia itu diajak menyusuri berbagai koleksi sejarah dan budaya Kalimantan Selatan. Mereka dipandu oleh petugas museum yang menjelaskan benda-benda bersejarah yang terpajang, mulai dari peninggalan kerajaan hingga koleksi keagamaan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, M. Taufik Akbar, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.
“Saya merasa bersyukur dan bangga Kepala Taman Budaya se-Indonesia sudah berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat. Saya berharap kunjungan ini bermanfaat bagi semua pihak dan menjadi awal dari kolaborasi antara Taman Budaya dan museum kami,” ujarnya.
Taufik Akbar menambahkan, tamu diperkenalkan sejarah perjuangan tokoh Kalimantan Selatan seperti Pangeran Antasari dan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, serta ditunjukkan salah satu koleksi kebanggaan museum.
“Kami memperlihatkan Alquran besar tulisan tangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sebanyak 10 juz. Ini menjadi kebanggaan Banua yang layak diperlihatkan ke daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mencatat bahwa momen hari libur turut meningkatkan antusiasme kunjungan. “Hari ini pengunjung sangat ramai, termasuk dari para peserta didik yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sejumlah pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tampilan museum.
“Kami akan mulai dari ruang lukisan dengan tata pamer yang baru dan akan membangun gedung perpustakaan sebagai fasilitas penunjang edukasi budaya,” ucapnya.

Salah satu peserta, Kepala Taman Budaya Maluku, Rosandra Alfons, memberikan apresiasi terhadap pengelolaan museum. “Perawatan benda-benda bersejarah di Museum Lambung Mangkurat sangat luar biasa. Benda-bendanya terlihat apik, bersih, dan ditata sebaik mungkin,” pungkasnya.(HNG/JCI).












