Kabut Asap Bikin Jam Sekolah Bergeser, Siswa Banjarmasin Masuk Pukul 09.00

Kabut Asap Bikin Jam Sekolah Bergeser, Siswa Banjarmasin Masuk Pukul 09.00

Banjarmasin, Jukung.co.id — Dinas Pendidikan Banjarmasin mengubah pelaksanaan pembelajaran di sejumlah jenjang pendidikan menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan wan lahan nang melanda Kalimantan Selatan dalam sepekan terakhir.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam surat edaran tertanggal 22 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut perkembangan kualitas udara di Banjarmasin serta hasil koordinasi lawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah wan perangkat daerah terkait.

Dalam edaran tersebut, pembelajaran bagi peserta didik jenjang TK, SD, SMP, PKBM, serta SPNF-SKB di Banjarmasin dimulai pukul 09.00 WITA.

Selain perubahan jam masuk, sabarataan peserta didik diwajibkan menggunakan masker selawas berada di lingkungan sekolah. Berbagai kegiatan pembelajaran maupun aktivitas lain nang dilakukan di luar ruangan jua gasan sementara ditiadakan.

Kepala SMP Negeri 10 Banjarmasin, Dra. Suriasa, M.Pd. mengatakan sekolahnya telah menerapkan kebijakan tersebut sejak Senin, 24 Agustus 2026.

“Mulai masuk sekolah pukul 09.00 WITA, sedangkan pulangnya tetap pukul 15.20 WITA,” ujarnya, baisukan Senin (24/08/2026).

Menurutnya, sejumlah kegiatan nang biasanya berlangsung di luar kelas wayahini dihentikan sementara. Di antaranya upacara, olahraga, serta kegiatan ekstrakurikuler nang dilakukan di ruang terbuka.

Kebijakan tersebut diberlakukan sampai terdapat petunjuk atau surat edaran lanjutan matan Dinas Pendidikan Banjarmasin.

“Upacara wan kegiatan lainnya di luar kelas ditiadakan sementara, nangkaya olahraga maupun ekstrakurikuler. Kami masih mahadangi edaran selanjutnya matan Dinas Pendidikan,” ucapnya.

Suriasa menjelaskan, surat edaran telah diterima pihak sekolah wan selanjutnya diteruskan kepada wali kelas gasan disampaikan lawan sabarataan peserta didik.

Sekolah jua menghimbau siswa menggunakan masker sejak perjalanan menuju sekolah hingga berada di lingkungan pendidikan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan kabut asap.

“Sepekan terakhir kabut asap memang terjadi. Sampai hari ini kami belum menerima laporan atau informasi adanya anak nang terdampak kabut asap. Namun, kami meminta masing-masing wali kelas melakukan pendataan terhadap siswanya,” jelasnya.

Di sisi lain, penyesuaian jam masuk turut berdampak pada durasi pembelajaran siswa.

Suriasa menjelaskan, waktu satu jam pelajaran nang sebelumnya sekitar 40 menit wayahini dipangkas menjadi sekitar 25 menit. Artinya, terdapat pengurangan waktu belajar sekitar 15 menit gasan setiap jam pelajaran.

“Dengan diberlakukannya edaran ini, pembelajaran berkurang. Biasanya sejam pembelajaran 40 menit, wayahini menjadi 25 menit, berkurang 15 menit,” ujarnya.

Meski terjadi pengurangan durasi belajar, sekolah tetap berupaya memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan menyesuaikan kondisi nang ada.

Pihak sekolah berharap kebijakan tersebut terus dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca wan kualitas udara di  Banjarmasin.

Evaluasi diperlukan agar pengaturan kegiatan belajar mengajar tetap dapat menyeimbangkan kebutuhan pendidikan dengan perlindungan kesehatan peserta didik.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah antisipatif agar aktivitas siswa kada terlalu banyak dilakukan di ruang terbuka selawas kondisi kabut asap masih terjadi. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *