Banjarmasin, Jukung.co.id — Warga Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, memanfaatkan momen reses masa sidang II tahun 2025 untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi kepada anggota DPRD Banjarmasin. Kegiatan reses ini berlangsung selawas tiga hari, sejak 27 hingga 29 Juni 2025.
Dalam reses yang digelar baisukan Jum’at (27/06/2025), Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, mengundang warga untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Sejumlah permasalahan penting disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Ketua RT 20 Kelurahan Karang Mekar, H. Akhmad, menyampaikan keluhan terkait kondisi Jumbatan 6, yang menjadi akses penghubung antara Karang Mekar dan kawasan Pekapuran Raya. Ia menuturkan bahwa jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan dan menimbulkan suara berisik saat dilintasi kendaraan, akibat adanya bagian papan jumbatan yang sudah longgar.
“Jumbatan itu saban hari dilalui warga, tapi sekarang sudah tidak nyaman karena bunyi berisik dari papan yang lepas-lepas. Ini sudah pernah diusulkan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami harap ada tindak lanjut cepat,” ujarnya.

Selain infrastruktur, persoalan layanan kesehatan di tingkat masyarakat juga menjadi perhatian. Mahrita, perwakilan dari Posyandu Sejahtera, mengeluhkan belum tersedianya alat pengukur tekanan darah (tensimeter) di posyandu mereka. Ia menyebutkan bahwa alat-alat lain seperti timbangan dan pengukur tinggi badan sudah tersedia, namun absennya tensimeter menyulitkan proses pelayanan kepada warga.
“Selawas ini kami harus meminjam tensi dari posyandu lain dan menunggu giliran untuk bisa digunakan. Padahal alat ini sangat penting untuk memantau kesehatan warga, terutama lansia dan ibu hamil,” jelasnya.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti dan menyampaikan permasalahan tersebut ke instansi terkait.
“Kami akan segera teruskan usulan ini ke SKPD terkait. Baik itu perbaikan jembatan, pengadaan alat kesehatan untuk posyandu, maupun pengerukan sungai yang mulai dangkal di kawasan Banjarmasin Timur. Semua ini sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan warga,” tegas politisi Partai Amanat Nasional ini.
Selain dua persoalan utama tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar dilakukan pengerukan terhadap sungai-sungai kecil di kawasan Banjarmasin Timur yang sudah mengalami pendangkalan, unutk mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.
“Reses ini kembali membuktikan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan kota,”pungkasnya. (HNG/JCI).












