Banjarmasin, Jukung.co.id – Musibah kebakaran kembali mengguncang Banjarmasin. Kali ini, kobaran api melanda kawasan padat penduduk di Jalan S. Parman Gang Kalimantan I RT 01, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (03/06/2026) sekitar pukul 04.30 WITA atau menjelang waktu Subuh.
Api yang muncul wayah sebagian warga tengah bersiap melaksanakan sholat Subuh dengan cepat membesar wan menjalar ke bangunan di sekitarnya. Kondisi permukiman yang padat serta sebagian besar bangunan berbahan kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan pada menit-menit awal kejadian.
Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus berusaha mengevakuasi barang-barang berharga yang masih sempat diselamatkan.
Namun besarnya kobaran api membuat banyak warga kada memiliki cukup waktu gasan menyelamatkan harta benda mereka.
Salah saurang warga, Rahmadi (64), mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar suara pukulan lonceng darurat yang biasa digunakan sebagai penanda kebakaran di lingkungannya.
“Wayahitu saya sedang menunggu waktu Subuh. Tiba-tiba terdengar suara lonceng dipukul. Ketika saya keluar rumah, api sudah terlihat besar. Saya langsung mengambil pakaian seadanya wan keluar menyelamatkan diri,” ujarnya.
Menurut Rahmadi, sejumlah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) kada lawas kemudian mulai berdatangan wan berupaya menjinakkan kobaran api yang terus membesar.
Kesaksian serupa disampaikan Masrandi (65), warga lainnya yang mengaku terbangun setelah mendengar teriakan warga.
“Saya terbangun karena ada yang berteriak kebakaran. Wayah membuka pintu rumah, api sudah besar wan bergerak ke arah bangunan lainnya,” jelasnya.
Puluhan unit pemadam kebakaran wan relawan matan berbagai wilayah Banjarmasin berdatangan ke lokasi gasan mencegah api meluas ke rumah-rumah lain yang berada di kawasan tersebut.
Proses pemadaman sempat menghadapi kendala lantaran kondisi banyu sungai sedang surut sehingga menyulitkan petugas wan relawan mendapatkan pasokan banyu secara optimal.
Meski demikian, upaya pemadaman wan pendinginan akhirnya berhasil dilakukan setelah petugas berjibaku selawas beberapa waktu di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan unit rumah warga mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut. Selain itu, delapan ruang kelas MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin yang berada di lingkungan Komplek Perguruan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan turut terdampak wan terbakar.
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung kadada laporan korban jiwa dalam kejadian itu.
Hingga wayahini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Petugas kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan pendataan serta mengumpulkan keterangan saksi gasan mengungkap sumber api yang memicu kebakaran tersebut. (HNG/JCI).












