Dari Gang Banjir hingga Makam Terancam Hilang, Warga Curhat ke DPRD!

Dari Gang Banjir hingga Makam Terancam Hilang, Warga Curhat ke DPRD!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Sejumlah persoalan lingkungan wan sosial mencuat dalam kegiatan reses perdana masa sidang I tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Banjarmasin, matan Fraksi Partai Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, di kawasan Jalan Melayu Darat Gang Mujahidin RT 10 RW 01, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, jelang tengah hari Kamis (02/04/2026).

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari persoalan drainase lingkungan, status kepesertaan BPJS, hingga perlindungan lahan pemakaman yang dinilai belum memiliki kejelasan administrasi.

Salah satu keluhan warga adalah kondisi gang atau jalan lingkungan yang sering tergenang banyu, terutama pada titik-titik yang diapit bangunan.

Warga menilai, minimnya saluran drainase menyebabkan banyu kada mengalir dengan baik, sehingga memicu genangan atau banjir lokal.

Menanggapi hal ini, Gusti Yasni Iqbal menjelaskan persoalan tersebut merupakan masalah umum yang terjadi di kawasan permukiman padat.

“Jika gang atau jalan diapit bangunan, biasanya akan terjadi genangan karena  kadadanya ruang gasan aliran banyu. Ini perlu penanganan melalui pembangunan drainase,” ujarnya.

Ia menyebut, aspirasi terkait infrastruktur nangkaya drainase akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama pemerintah kota.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti masalah lahan pemakaman atau alkah di kawasan Kampung Melayu yang dinilai belum memiliki kejelasan status administrasi.

Salah saurang warga RT 05, Gazali, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi tersebut.

Menurutnya, sebagian lahan makam berpotensi berkurang karena kada memiliki dokumen resmi, sehingga rawan diklaim atau digunakan gasan kepentingan lain.

“Sebagai warga asli Kampung Melayu, kami ingin tetap dimakamkan di sini. Tapi sekarang banyak makam yang kada punya surat, sehingga lahannya bisa tergerus,” ungkapnya.

Ia berharap adanya penataan wan administrasi yang jelas terhadap lahan pemakaman, mulai dari tingkat RT hingga kelurahan, agar keberadaannya tetap terjaga.

“Kalau ada administrasi yang jelas, generasi berikutnya tetap bisa mengetahui wan menjaga makam leluhurnya,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gusti Yasni Iqbal memadahakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.

Ia menilai, keberadaan lahan pemakaman harus dilindungi agar kada beralih fungsi menjadi permukiman atau bangunan lainnya.

“Nanti akan kita tanyakan ke dinas terkait. Lahan makam ini harus jelas statusnya agar kada berubah fungsi,” tegasnya.

Selain itu, aspirasi lain yang turut disampaikan warga dalam reses tersebut meliputi persoalan BPJS serta kondisi pagar siring di kawasan Kampung Biru.

Kegiatan reses ini menjadi wadah penting gasan warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat, sekaligus mendorong adanya solusi konkret matan pemerintah daerah. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *