Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya menekan permasalahan gizi di tingkat warga terus diperkuat. Ketua Tim Penggerak Posyandu Banjarmasin, Neli Listriani, menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada kader Posyandu Kasih Ibu 6 di Kelurahan Kelayan Timur, tengah hari Rabu (08/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Gerilya, Gang Veteran tersebut menjadi bagian dari langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu wan anak, khususnya dalam penanganan masalah gizi wan pencegahan stunting.
Neli Listriani menegaskan program PMT kada boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus memberikan dampak nyata gasan warga.
“Bantuan PMT ini harus benar-benar berdampak. Tujuannya gasan membantu menekan persoalan gizi di masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan program penanganan gizi sangat bergantung pada peran aktif kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan warga.
Menurutnya, kader memiliki posisi strategis dalam mendeteksi secara dini berbagai permasalahan kesehatan, mulai dari kurang gizi hingga risiko stunting pada anak.
“Kader posyandu adalah garda terdepan. Mereka yang paling dekat dengan warga, sehingga perannya sangat penting dalam upaya pencegahan sejak dini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan penguatan kapasitas kader terus didorong melalui berbagai program berkelanjutan, termasuk dukungan lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi terkait.
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya penanganan gizi kada berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan program kesehatan wan sosial lainnya.
Program penyaluran PMT ini juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran, terutama gasan kelompok rentan nangkaya ibu hamil, balita, wan kakanakan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum gasan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi terkait pola makan sehat, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pentingnya kunjungan rutin ke posyandu menjadi bagian yang kada terpisahkan dari program tersebut.
Di akhir kegiatan, Neli Listriani berharap penyaluran PMT ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan status gizi warga, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di Banjarmasin.
“Harapannya, program ini bisa terus berlanjut wan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya ibu aan anak,” pungkasnya. (EPW/JCI).












