Surabaya, Jukung.co.id – Kegiatan media gathering yang diikuti insan media dari Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan tentang pengelolaan pelabuhan modern.
Selawas tiga hari, 8 hingga 10 April 2026, rombongan yang terdiri dari media cetak, online, televisi wan radio, bertolak ke Surabaya, dengan salah satu agenda utama mengunjungi Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) di Pelabuhan Tanjung Perak.
Kunjungan tersebut didampingi Junior Manager Umum wan Humas Pelindo Subregional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan, wan disambut Deputy Branch Manager Penumpang wan Roro Terminal GSN, Adam Novanandra K, jelang tengah hari Rabu (08/04/2026).
Dalam kesempatan itu, rombongan diajak meninjau fasilitas terminal yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan penumpang modern di Indonesia.
Adam Novanandra K menjelaskan Terminal GSN memiliki peran strategis, kada hanya melayani penumpang domestik, tetapi juga kapal pesiar internasional yang membawa wisatawan mancanegara.
“Setiap tahun ada sekitar 18 kunjungan kapal pesiar, dengan penumpang yang sebagian besar berasal matan Eropa wan Australia,” ungkapnya.
Para wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan wisata ke berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur melalui agen perjalanan sebelum melanjutkan pelayaran ke negara tujuan berikutnya
Kehadiran wisatawan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata wan ekonomi lokal. Para pelaku UMKM diberi ruang untuk memasarkan produk unggulan, mulai dari kerajinan hingga kuliner khas daerah.
Selain itu, aktivitas pelayaran domestik di terminal ini juga tergolong padat. Dalam sehari, belasan kapal penumpang beroperasi dengan rute ke berbagai wilayah Indonesia Timur, nangkaya Makassar, Balikpapan, NTB, hingga NTT.
Gasan menunjang aktivitas tersebut, Terminal GSN dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk ruang tunggu yang nyaman serta sistem pelayanan yang terintegrasi.
Secara infrastruktur, dermaga penumpang di kawasan ini terbagi menjadi dua jalur, yakni Jamrud Utara wan Jamrud Selatan, dengan panjang mencapai sekitar 781 meter yang mampu melayani hingga lima kapal secara bersamaan.
Sementara itu, Suprayogi Sumarkan menyampaikan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi gasan pengembangan pelabuhan di daerah, khususnya di Kalimantan.
Menurutnya, adopsi sistem pelayanan wan pengelolaan modern nangkaya di Tanjung Perak sangat penting gasan meningkatkan daya saing pelabuhan daerah.
“Kami berharap ke depan pelabuhan di daerah bisa berkembang dengan standar pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, insan media diharapkan dapat menyampaikan informasi yang lebih komprehensif kepada warga mengenai perkembangan sektor kepelabuhanan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi laut di Indonesia. (HNG/JCI).












