Turun Langsung ke Sungai Lumbah, Muhammad Yamin Gaspol Normalisasi Sungai demi Banjarmasin Bebas Banjir!

Turun Langsung ke Sungai Lumbah, Muhammad Yamin Gaspol Normalisasi Sungai demi Banjarmasin Bebas Banjir!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, meninjau kegiatan aksi bersih-bersih di Sungai Lumbah, Jalan Mahatkasan, Komplek Permata Hijau Ujung, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, baisukan Senin (16/02/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam mengatasi persoalan banjir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kota Seribu Sungai.

Dalam kunjungannya, Muhammad Yamin menyaksikan secara langsung proses pengangkatan ratik dari aliran sungai, pembersihan sedimentasi ringan, hingga penataan bantaran yang selawas ini sering menjadi titik rawan penyumbatan aliran banyu.

Di sela kegiatan, Muhammad Yamin menegaskan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, penyumbatan, maupun tidak terurus harus segera ditata dan dinormalisasi.

Menurutnya, kondisi sungai yang tidak optimal menjadi salah satu faktor penyebab genangan hingga banjir di sejumlah wilayah, terutama saat intensitas hujan tinggi.

“Sungai-sungai yang selawas ini buntu dan tidak terurus harus terus kita lakukan penataan. Normalisasi sungai harus digencarkan agar lebih tertata dan rapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, normalisasi bukan hanya soal mengangkat ratik, tetapi juga memastikan aliran banyu berjalan lancar serta bantaran sungai tetap bersih dan tertib.

Aksi bersih sungai tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kelurahan dan kecamatan, masyarakat setempat, hingga sejumlah instansi terkait.

Beberapa instansi yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Dinas Pemadam Kebakaran Banjarmasin, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarmasin.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar upaya penanganan sungai dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi.

“Semua elemen harus bersama-sama merawat dan menata sungai-sungai kita. Normalisasi sungai harus digencarkan,” tegasnya.

Selain mengandalkan peran pemerintah dan instansi teknis, Muhammad Yamin juga berharap tokoh masyarakat dan warga sekitar turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong menjaga kebersihan sungai.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program penataan sungai. Tanpa dukungan warga, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal.

Ia mengingatkan, sungai bukan hanya bagian dari identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai, tetapi juga memiliki fungsi vital sebagai jalur drainase alami.

“Kalau sungainya bersih dan alirannya lancar, risiko banjir bisa kita tekan bersama. Ini tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Pemko Banjarmasin memastikan kegiatan bersih-bersih sungai akan terus digelar secara rutin di berbagai titik yang dinilai rawan penyumbatan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam pengendalian banjir sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup di kota. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *