Berita  

Komisi II DPRD Banjarmasin Targetkan Pendapatan Asli Daerah Sesuai Ekspektasi

Komisi II DPRD Banjarmasin Targetkan Pendapatan Asli Daerah Sesuai Ekspektasi

Banjarmasin, Jukung.co.id – Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Gusti Yuli Rahman, mengungkapkan harapannya agar pendapatan asli daerah (PAD) Banjarmasin dapat mencapai target pada triwulan kedua tahun 2025. Bahkan, ia berharap target tersebut dapat tercapai lebih awal, yaitu pada triwulan ketiga di awal November 2025.

Gusti Yuli Rahman menyatakan bahwa Komisi II DPRD Banjarmasin akan menggelar rapat bersama Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Banjarmasin untuk memantau progres PAD.

“Rapat ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendapatan asli daerah yang telah diperoleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” Ujar Politisi Partai Demokrat ini, jelang tengah hari Senin (26/05/2025).

Dengan langkah ini, Komisi II DPRD Banjarmasin menunjukkan komitmennya untuk memastikan pendapatan asli daerah Banjarmasin sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Rapat bersama BPKPAD diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang progres PAD dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai target.

Gusti Yuli Rahman,  menekankan pentingnya inovasi baru untuk meningkatkan PAD Banjarmasin. Selawas ini, pendapatan retribusi daerah hanya mengandalkan sektor perparkiran dan hiburan. Keterbatasan sumber daya alam di Banjarmasin membuat pendapatan daerah lebih bergantung pada sektor pajak dan retribusi.

“Perlu adanya inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Banjarmasin,” Ungkapnya. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan PAD Banjarmasin dapat meningkat dan mencapai target yang telah ditetapkan. Komisi II DPRD Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung upaya peningkatan PAD di daerah tersebut.

Gusti Yuli Rahman berharap, kerja sama yang baik antara DPRD dan BPKPAD, target PAD dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat Banjarmasin.

“ Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,”Pungkasnya. (HNG/JCI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *