Darurat Ratik! ASN Banjarmasin Diminta Kumpulkan 5 Kg Ratik Saban Bulan

Darurat Ratik! ASN Banjarmasin Diminta Kumpulkan 5 Kg Ratik Saban Bulan

Banjarmasin, Jukung.co.id – Persoalan ratik nang dihadapi Banjarmasin mendorong pemerintah kota memperluas keterlibatan aparatur sipil negara atau ASN dalam upaya pengurangan ratik matan sumbernya.

Kada hanya mengandalkan penanganan di hilir, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin wayahini dilibatkan melalui gerakan rutin mengumpulkan wan menyetorkan ratik saban bulan.

Kebijakan tersebut jua diterapkan di lingkungan Bagian Umum Sekretariat Daerah Banjarmasin. Setiap pegawai ditargetkan mampu mengumpulkan sedikitnya lima kilogram ratik dalam sebulan.

Plt Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, memadahakan penerapan target dilakukan secara bertahap.

Pada awal pelaksanaan, pegawai diminta mengumpulkan sekitar dua kilogram ratik. Target kemudian ditingkatkan hingga mencapai lima kilogram per pegawai saban bulan.

“Bertahap jua awalnya, setelah ada instruksi itu baru dua kilogram sampai akhirnya tiap pegawai bisa mengumpulkan ratik lima kilogram,” ujarnya, baisukan Kamis (10/09/2026).

Menariknya, ratik nang dikumpulkan kada harus berasal matan lingkungan kantor.

Pegawai diperbolehkan memanfaatkan ratik matan rumah maupun aktivitas sehari-hari nang masih dapat dipilah wan dikelola.

Jenis ratik nang disetorkan pun cukup beragam, mulai kardus, kertas HVS, botol plastik hingga minyak goreng bekas.

Gasan mempermudah proses pengumpulan, Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Banjarmasin telah mengatur jadwal penyetoran bagi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Dengan adanya jadwal tersebut, pegawai dapat mempersiapkan ratik nang sudah dikumpulkan sebelum dibawa gasan disetorkan.

“Saban bulan ada jadwal penyetoran ratik wan pegawai akan bersiap mengumpulkan ratiknya wayah jadwalnya tiba,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan semata-mata gasan mengurangi volume ratik nang berakhir di wadah pembuangan.

Keterlibatan ASN jua diharapkan dapat membangun kebiasaan memilah wan mengelola ratik sejak matan sumbernya, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

Terlebih, persoalan ratik di Banjarmasin membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah kada dapat bekerja sendiri dalam mengurangi timbunan ratik.

“Sebab di tengah kondisi darurat ratik nang membutuhkan langkah bersama, keterlibatan ASN diharapkan dapat menjadi pemicu bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas gasan ikut mengambil peran,” ucapnya.

Ahmad Zazuli menambahkan, pengurangan ratik sebenarnya dapat dimulai matan lingkungan paling kecil, yakni rumah tangga.

Masyarakat dapat mengambil langkah sederhana dengan memilah ratik wan mengurangi ratik sejak matan rumah sebelum akhirnya dibuang atau disetorkan gasan dikelola.

Dengan pola tersebut, gerakan pengurangan ratik diharapkan kada berhenti di lingkungan pemerintahan, tetapi turut berkembang menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat Banjarmasin. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *