150 Atlet Luar Biasa Siap Bersinar, Pesoda Kalsel 2026 Resmi Dimulai!

150 Atlet Luar Biasa Siap Bersinar, Pesoda Kalsel 2026 Resmi Dimulai!

Banjarbaru, Jukung.co.id – Semangat sportivitas wan inklusivitas mewarnai pembukaan Pekan Special Olympics Daerah (Pesoda) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang resmi dimulai di Banjarbaru, baisukan Jumat (12/06/2026). Ajang olahraga gasan penyandang disabilitas intelektual tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet terbaik Kalimantan Selatan menuju Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pembukaan Pesoda dilakukan Kepala Dinas Kepemudaan wan Olahraga Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, didampingi Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan, Sri Rahayu, di Aula Sekretariat SOIna Kalsel.

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juni 2026 itu diikuti lebih dari 150 atlet matan 12 kabupaten wan kota se-Kalimantan Selatan. Mereka akan berkompetisi sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik yang selawas ini diasah melalui program pembinaan di daerah masing-masing.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan Pesoda bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang yang sama gasan sabarataan warga untuk berkembang wan berprestasi, termasuk penyandang disabilitas intelektual.

“Pesoda menjadi sarana pembinaan yang sangat penting. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memberikan dukungan agar buhan atlet penyandang disabilitas intelektual memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi wan meraih prestasi di bidang olahraga,” ujarnya.

Menurut Pebriadin Hapiz, semangat inklusivitas yang terus digaungkan pemerintah daerah sejalan dengan arahan Gubernur wan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan gasan merangkul sabaraataan elemen warga tanpa terkecuali.

Ia menegaskan setiap atlet, baik non-disabilitas maupun penyandang disabilitas fisik wan intelektual, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan, fasilitas, wan kesempatan mengukir prestasi.

“Sabarataan memiliki ruang yang sama gasan berkembang. Kadada perbedaan dalam semangat membangun prestasi olahraga di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pebriadin Hapiz mengungkapkan atlet-atlet SOIna Kalimantan Selatan selawas ini telah menunjukkan kemampuan yang membanggakan, bahkan mampu bersaing hingga tingkat nasional wan internasional. Karena itu, Pesoda menjadi momentum strategis gasan menemukan atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Selain menjadi ajang seleksi menuju PeSONas 2026, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri buhan peserta. Menurutnya, olahraga kada hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, wan optimisme buhan atlet.

“Yang paling membahagiakan adalah melihat semangat mereka. Antusiasme yang terpancar menunjukkan bila mereka memiliki mimpi wan keinginan yang sama untuk berprestasi. Pesoda memberikan ruang gasan mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.

Ketua SOIna Kalimantan Selatan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang terus konsisten memperhatikan pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual.

Menurutnya, keberlangsungan Pesoda menjadi bukti bila olahraga inklusif semakin mendapat tempat wan perhatian dalam pembangunan olahraga daerah.

Melalui Pesoda 2026, SOIna Kalsel berharap lahir atlet-atlet potensial yang kada hanya mampu mengharumkan ngaran Banua di tingkat nasional, tetapi juga berpeluang mewakili Indonesia pada ajang internasional di masa mendatang.

Ajang ini sekaligus menjadi pesan kuat bila keterbatasan bukanlah penghalang gasan berprestasi. (MC Kalsel/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *