Banjarmasin, Jukung.co.id – Semangat wan optimisme mewarnai pelepasan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Banjarmasin yang akan berlaga pada Pekan SOIna Daerah (Pesoda) Kalimantan Selatan Tahun 2026. Sebanyak 10 atlet disabilitas intelektual resmi diberangkatkan membawa ngaran Banjarmasin dalam ajang olahraga yang berlangsung di Banjarbaru pada 12 hingga 15 Juni 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan di Lobi Balai Kota Banjarmasin, wan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, pengurus SOIna, pelatih, pendamping, serta keluarga atlet, baisukan Jumat (12/06/2026).
Kontingen Banjarmasin akan bertanding pada empat cabang olahraga, yakni atletik, renang, senam ritmik, wan bocce. Sabarataan atlet nang diberangkatkan telah melalui proses pembinaan wan latihan intensif selawas beberapa bulan terakhir.
Sekretaris Daerah Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili pemerintah daerah dalam pelepasan tersebut, menyampaikan apresiasi wan kebanggaannya kepada sabarataan atlet yang akan bertanding.
Menurutnya, buhan atlet SOIna merupakan sosok-sosok inspiratif yang menunjukkan semangat, kerja keras, wan tekad kuat mampu mengalahkan berbagai keterbatasan.
“Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus memberikan dukungan wan pembinaan kepada atlet-atlet SOIna agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki serta meraih prestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Ichrom Muftezar menegaskan olahraga kada hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kemandirian, wan kepercayaan diri gasan buhan penyandang disabilitas intelektual.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus membuka ruang wan kesempatan yang lebih luas gasan atlet-atlet disabilitas agar dapat berkembang wan berprestasi.
Ketua SOIna Banjarmasin, Hesly Junianto, mengatakan sabarataan atlet telah dipersiapkan secara maksimal gasan menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Ia optimistis kontingen Banjarmasin mampu mempertahankan tradisi prestasi nang selawas ini telah diraih dalam berbagai ajang SOIna.
“Kami optimistis atlet-atlet SOIna Banjarmasin dapat memberikan hasil terbaik. Meskipun persaingan cukup ketat, terutama dari kontingen Kabupaten Tanah Laut, kami percaya kerja keras wan latihan yang telah dijalani akan membuahkan prestasi,” ucapnya.
Menurut Hesly Junianto, Pesoda bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi pintu menuju jenjang yang lebih tinggi. Atlet-atlet terbaik dari ajang ini berkesempatan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Kalimantan Selatan sebagai persiapan menghadapi Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) Tahun 2026.
Bahkan, atlet yang mampu menunjukkan performa terbaik di tingkat nasional berpeluang masuk dalam seleksi tim Indonesia menuju ajang Special Olympics World Games 2027 di Santiago.
Selain mengirimkan 10 atlet ke Pesoda, SOIna Banjarmasin juga telah menyiapkan delapan atlet lainnya gasan mengikuti program pembinaan tingkat provinsi sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi nasional.
Dukungan terhadap buhan atlet kada hanya datang matan pemerintah wan pengurus SOIna, tetapi jua matan keluarga yang selawas ini menjadi penyemangat utama.
Salah saurang kuwitan atlet, Ernawati, mengaku bangga melihat perkembangan putrinya yang tahun ini akan bertanding pada cabang olahraga bocce.
Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi seperti Pesoda menjadi pengalaman berharga yang mampu meningkatkan rasa percaya diri kakanakan penyandang disabilitas intelektual.
“Sebagai kuwitan tentu sangat bangga. Kami akan terus memberikan dukungan supaya kakankan tetap semangat wan percaya diri dalam meraih prestasi,” tuturnya.
Melalui ajang Pesoda Kalimantan Selatan 2026, kontingen SOIna Banjarmasin kada hanya membawa target prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang kesetaraan, keberanian, wan semangat pantang menyerah. (EPW/JCI).












