Banjarmasin, Jukung.co.id – Menyongsong peringatan Hari Jadi Banjarmasin ke-500, Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin membuka ruang kreativitas gasan warga melalui Sayembara Desain Halte 3 Dimensi (3D) wan Branding Bus Trans Banjarmasin.
Program yang dibuka gasan umum tanpa dipungut biaya tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk menghadirkan wajah baru transportasi publik yang lebih modern, menarik, sekaligus merepresentasikan identitas Kota Seribu Sungai.
Pendaftaran sayembara telah dibuka sejak 01 Juni 2026 wan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Melalui kompetisi ini, warga diajak berpartisipasi langsung dalam merancang konsep halte masa depan serta identitas visual armada Trans Banjarmasin yang akan digunakan sebagai sarana transportasi publik kota.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Banjarmasin, Rio Surachman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Banjarmasin ke-500 yang bertujuan mengakomodasi ide-ide kreatif warga.
Menurutnya, desain terbaik yang terpilih nantinya kada hanya menjadi karya kompetisi semata, tetapi akan diwujudkan wan digunakan secara nyata oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Desain pemenang akan menjadi referensi pembangunan halte ke depan. Sedangkan desain branding terbaik akan diaplikasikan pada armada Trans Banjarmasin yang kami miliki,” ujarnya, jelang tengah hari Selasa (09/06/2026).
Rio Surachman menjelaskan, proses penilaian akan berlangsung selawas beberapa bulan setelah masa pendaftaran berakhir. Pengumuman pemenang direncanakan dilaksanakan pada September 2026, sementara penyerahan hadiah akan dilakukan dalam kegiatan jalan santai yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota.
Ia menegaskan, sayembara ini kada hanya menitikberatkan pada keindahan visual, tetapi juga memperhatikan aspek fungsional wan kearifan lokal.
Karena itu, peserta diminta menghadirkan desain yang realistis gasan diterapkan, memiliki unsur budaya Banjar, serta mampu memberikan kenyamanan gasan warga pengguna transportasi umum.
“Desain yang bagus belum tentu nyaman digunakan. Kami ingin halte yang kada hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu melindungi penumpang dari panas maupun hujan wayah menunggu bus,” jelasnya.
Menurut Rio Surachman, unsur khas Banjar menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Hal ini bertujuan agar halte maupun armada Trans Banjarmasin memiliki identitas yang kuat wan mudah dikenali sebagai bagian dari karakter Kota Banjarmasin.
Salah satunya melalui rencana pemasangan kamera pengawas atau CCTV pada sejumlah halte yang dinilai rawan vandalisme wan penyalahgunaan fasilitas.
Wayahini, terdapat sekitar 51 halte yang tersebar di berbagai wilayah Banjarmasin. Namun karena keterbatasan anggaran, pemasangan CCTV akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.
“Kami akan memprioritaskan halte yang sering mengalami pencoretan, perusakan fasilitas, maupun aktivitas yang kada semestinya. Tujuannya agar fasilitas publik yang sudah dibangun dapat terjaga wan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Melalui sayembara ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir gagasan-gagasan kreatif yang mampu memperkuat identitas transportasi publik sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dalam menggunakan layanan Trans Banjarmasin.
Momentum Hari Jadi ke-500 pun diharapkan kada hanya menjadi perayaan sejarah kota, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya inovasi baru dalam pembangunan transportasi yang lebih modern, aman, wan berkarakter lokal. (EPW/JCI).
