Diskominfo Kalsel Siap Dukung Program Banua Waspada Scam Gasan Menekan Investasi Bodong

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Program Banua Waspada Scam Gasan Menekan Investasi Bodong

Banjarbaru, Jukung.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi wan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapan penuh mendukung peluncuran program Banua Waspada Scam yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara jajaran Diskominfo Kalsel dengan OJK Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu sebagai bagian dari penguatan sinergi antarlembaga dalam upaya menekan maraknya penipuan berkedok investasi ilegal yang belakangan semakin meresahkan warga.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Persandian wan Keamanan Informasi (Sandikami), Sucilianita Akbar, mengatakan program Banua Waspada Scam merupakan langkah strategis gasan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan rendahnya literasi keuangan warga.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut membuka ruang gasan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan modus penipuan secara lebih masif, termasuk melalui tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah wan OJK menjadi penting gasan membangun sistem pencegahan yang lebih kuat.

“Diskominfo Kalsel siap mendukung penuh program Banua Waspada Scam melalui berbagai langkah konkret, mulai dari edukasi kepada warga hingga penguatan koordinasi lintas sektor gasan meminimalkan potensi kejahatan digital,” ujar Sucilianita Akbar, baisukan Selasa (26/05/2026).

Ia menjelaskan, salah satu peran strategis yang akan dilakukan Diskominfo Kalsel adalah memperluas sosialisasi kepada warga melalui berbagai kanal informasi digital milik pemerintah daerah.

Edukasi tersebut akan difokuskan pada peningkatan pemahaman warga mengenai ciri-ciri investasi ilegal, pola penipuan digital, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima tawaran investasi mencurigakan.

“Diskominfo Kalsel akan melakukan sosialisasi melalui berbagai media sosial terkait program Banua Waspada Scam. Selain itu, kami juga melakukan penelitian wan pemantauan terhadap akun-akun investasi bodong yang meresahkan warga,” jelasnya.

kada hanya itu, Diskominfo Kalsel juga akan memperkuat pemantauan terhadap akun-akun digital yang diduga terafiliasi dengan praktik investasi ilegal.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini gasan mengidentifikasi potensi ancaman yang dapat merugikan warga.

Sucilianita Akbar menambahkan, aspek perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian utama dalam mendukung program tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan penguatan sistem keamanan data serta mencegah potensi kebocoran informasi pribadi yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

“Kami juga akan melakukan koordinasi terkait keamanan data dan penggunaan platform investasi dengan menekankan upaya pencegahan kebocoran data pribadi sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi,” ucapnya.

Ia menegaskan, perlindungan data pribadi merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman wan terpercaya, terutama di tengah meningkatnya aktivitas transaksi berbasis digital di warga.

Lebih lanjut, Sucilianita Akbar mengungkapkan program Banua Waspada Scam wayahini masih dalam tahap pematangan oleh OJK Kalimantan Selatan wan dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada awal Agustus 2026.

Peluncuran program tersebut nantinya akan dibarengi dengan berbagai kegiatan edukatif yang menyasar berbagai lapisan warga, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga warga secara umum.

Sebagai bentuk dukungan, Diskominfo Kalsel juga siap membantu mempublikasikan program tersebut melalui media videotron pemerintah daerah serta platform podcast yang dimiliki pemerintah.

Pemanfaatan berbagai kanal komunikasi ini diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas wan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kewaspadaan digital.

“Untuk itu, kami siap membantu mempublikasikan program ini melalui media videotron maupun berbagai podcast. Tujuannya agar warga lebih memahami layanan pengaduan yang disediakan OJK terkait penipuan berkedok investasi,” ungkapnya.

Selain penguatan publikasi, Diskominfo Kalsel juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Komunikasi wan Digital terkait langkah penanganan aduan warga serta peningkatan respons terhadap potensi ancaman kebocoran data.

Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan mekanisme penanganan yang lebih cepat wan efektif ketika warga melaporkan dugaan penipuan digital.

Program Banua Waspada Scam diharapkan menjadi instrumen edukatif sekaligus preventif dalam membangun budaya literasi digital wan literasi keuangan yang lebih kuat di Kalimantan Selatan.

Melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, wan kementerian terkait, warga diharapkan semakin cerdas dalam mengenali tawaran investasi yang legal serta mampu menghindari jebakan penipuan digital yang merugikan. (MC Kalsel/JCI).

Exit mobile version