Dinkes Banjarmasin Gandeng BBLKM Banjarbaru Tingkatkan Penanganan Malaria

Dinkes Banjarmasin Gandeng BBLKM Banjarbaru Tingkatkan Penanganan Malaria

Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Kesehatan Banjarmasin terus memperkuat upaya pengendalian penyakit menular melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam program penanganan malaria.

Melalui Bidang Pencegahan wan Pengendalian Penyakit (P2P) Pokja Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Banjarmasin menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Laboratorium Program P2 Malaria, baisukan Senin (11/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Banjarmasin tersebut diikuti petugas laboratorium matan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Banjarmasin.

Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber matan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru, Oci Kresnowati, S.Si, yang memberikan materi terkait pemeriksaan wan diagnosis malaria secara tepat wan akurat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, dr. Dwi Atmi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan wan keterampilan tenaga laboratorium dalam mendukung pengendalian malaria di Banjarmasin.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan deteksi dini serta penanganan penyakit menular.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas laboratorium agar lebih kompeten dalam pemeriksaan wan penanganan kasus malaria,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemampuan petugas laboratorium dalam melakukan pemeriksaan wan pelaporan kasus malaria secara akurat sangat diperlukan agar proses penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat wan tepat.

Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan juga menjadi langkah strategis dalam mendukung target eliminasi malaria sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada warga.

“Dengan SDM kesehatan yang kompeten, diharapkan upaya deteksi dini wan pengendalian malaria dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan terkait prosedur pemeriksaan laboratorium, tata cara diagnosis malaria, hingga sistem pelaporan kasus yang sesuai standar kesehatan.

Dinas Kesehatan Banjarmasin berharap sinergi antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan wan pemerintah dapat semakin memperkuat sistem pengendalian penyakit menular di daerah.

“Melalui sinergi wan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, bersama kita wujudkan warga yang sehat wan bebas malaria,” pungkas. (EPW/JCI).

Exit mobile version