Banjarmasin, Jukung.co.id – Komisi III DPRD Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Banjarmasin Recycle Center (BRC) Basirih di Komplek Pergudangan 88 Basirih, Banjarmasin Selatan, melihat langsung proses pengolahan ratik di fasilitas tersebut, tengah hari Kamis (07/05/2026).
Dalam kunjungan, rombongan dewan meninjau tahapan pemilahan, pencacahan hingga proses pengolahan ratik yang dilakukan di BRC Basirih.
Matan hasil pemantauan di lapangan, Komisi III menilai kapasitas pengolahan ratik di BRC masih belum maksimal gasan membantu mengatasi persoalan ratik di Banjarmasin.
Namun wayah sidak berlangsung, satu mesin diketahui sedang mengalami perbaikan sehingga kapasitas pengolahan turun menjadi sekitar lima ton sahari.
“Komisi III melakukan kunjungan ke BRC melihat langsung proses pemilahan wan pengolahan ratik. Sebenarnya di sini bisa mengolah sekitar 10 ton sahari menggunakan dua mesin, tetapi karena satu mesin sedang rusak, hari ini hanya mampu sekitar lima ton,” ujarnya.
Menurut Muhammad Ridho Akbar, kapasitas tersebut masih jauh dari kebutuhan penanganan ratik di Banjarmasin yang produksi ratiknya mencapai ratusan ton saban hari.
Karena itu, DPRD berencana berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dilakukan penambahan mesin maupun tenaga kerja sehingga pengolahan ratik di BRC dapat berjalan lebih optimal.
Ia berharap kapasitas pengolahan ratik di BRC sekadanya dapat meningkat hingga mencapai 40 ton sahari.
“Kalau ingin lebih maksimal tentu harus ada penambahan mesin wan pekerja. Kami akan berkoordinasi dengan DLH agar fasilitas di sini bisa ditingkatkan,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan BRC diharapkan dapat menjadi salah satu solusi penanganan ratik di Banjarmasin, meskipun wayahini kapasitas pengolahan masih terbatas.
“Kalau ingin lebih maksimal memang perlu penambahan mesin wan tenaga kerja,” jelasnya.
Wayahini produksi ratik di Banjarmasin diperkirakan berkisar antara 490 hingga 600 ton sahari.
Karena itu, optimalisasi fasilitas pengolahan ratik nangkaya BRC Basirih dinilai menjadi langkah penting gasan membantu mengurangi volume ratik yang terus meningkat di kota seribu sungai. (HNG/JCI).
