WKM Sudirman Ditata Ulang! UMKM Dipindah ke Kuliner Baiman, Ini Alasannya

WKM Sudirman Ditata Ulang! UMKM Dipindah ke Kuliner Baiman, Ini Alasannya

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin segera melakukan penataan ulang kawasan eks Wisata Kuliner Mandiri (WKM) di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kota sekaligus meningkatkan kenyamanan kawasan usaha gasan warga wan pelaku UMKM.

Seiring rencana tersebut, buhan pelaku usaha mikro kecil wan menengah (UMKM) yang masih beraktivitas di kawasan WKM akan direlokasi ke kawasan Kuliner Baiman yang berada di sekitar fly over Jalan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, wan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi, mengatakan proses relokasi telah dipersiapkan melalui koordinasi lintas instansi.

“Berkaitan dengan UMKM di kawasan WKM, kami sudah mempersiapkan penempatannya di Kuliner Baiman karena kawasan tersebut akan ditata ulang,” ujarnya, baisukan Kamis (30/04/2026).

Ia menjelaskan, wayahini masih terdapat sejumlah kendala administratif di lokasi tujuan relokasi. Dari total kapasitas yang tersedia, masih ada sekitar tujuh ruang usaha di Kuliner Baiman yang belum dikelola secara optimal. Beberapa di antaranya ditinggalkan oleh pemilik lawas atau belum menyelesaikan kewajiban administrasi.

Karena itu, pemerintah terlebih dahulu meminta kepastian lawan buhan pelaku usaha lawas sebelum membuka ruang gasan pedagang baru matan kawasan WKM.

“Wayahini kami masih meminta kepastian apakah pelaku usaha lawas akan melanjutkan usaha atau kada. Hal itu harus diselesaikan lebih dulu, termasuk koordinasi terkait tempat, keamanan, wan ketertiban,” jelasnya.

Machli Riyadi menegaskan, pemerintah daerah kada hanya fokus pada penataan fisik kawasan, tetapi juga pembinaan wan fasilitasi gasan UMKM agar tetap berkembang. Namun demikian, sabarataan pelaku usaha tetap diwajibkan mematuhi aturan yang berlaku.

Menurutnya, penataan kawasan eks WKM Sudirman menjadi langkah penting dalam menjaga estetika kota sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertib wan nyaman.

“Banjarmasin kada bulih terkesan semrawut atau kumuh. Ini bagian upaya menjaga citra kota yang layak huni wan tertata,” ucapnya.

Selain itu, kenyamanan kawasan usaha dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat warga maupun wisatawan gasan berkunjung. Lingkungan yang rapi wan tertata diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi buhan pelaku UMKM.

“Ketika urang datang ke Banjarmasin, mereka harus merasa nyaman, termasuk wayah mengunjungi kawasan kuliner,” tambahnya.

Pemko Banjarmasin juga membuka peluang keterlibatan investor gasan mendukung pengembangan kawasan tersebut agar lebih modern wan berdaya saing.

Machli Riyadi menargetkan persoalan tujuh ruang usaha yang masih bermasalah di Kuliner Baiman dapat diselesaikan paling lambat pertengahan Mei 2026, sehingga proses relokasi dapat berjalan lancar sesuai rencana. (EPW/JCI).

Exit mobile version