Sekolah Madrasah di Banjarmasin Tengah Keluhkan Minim Laptop dan Langganan Banjir

Sekolah Madrasah di Banjarmasin Tengah Keluhkan Minim Laptop dan Langganan Banjir

Banjarmasin, Jukung.co.id – Kondisi fasilitas pendidikan kembali menjadi perhatian warga Banjarmasin. Persoalan tersebut mencuat wayah Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 di Jalan Sulawesi Gang Bandaneira, RT.20, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, jelang kamarian Ahad (05/04/2026).

Dalam kegiatan penyerapan aspirasi warga ini, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi sekolah di lingkungan mereka, khususnya terkait keterbatasan fasilitas penunjang belajar.

Salah satu aspirasi datang matan saurang tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Ihya Ulumuddin yang berada di kawasan Jalan Sulawesi Gang Bandaneira.

Ia menyampaikan sekolah tempatnya mengajar masih kekurangan fasilitas laptop yang sangat dibutuhkan peserta didik gasan menunjang pelaksanaan ujian berbasis digital.

Menurutnya, sebagian besar peserta didik berasal matan keluarga kurang mampu sehingga sekolah kesulitan menyediakan sarana teknologi yang memadai.

Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran wan pelaksanaan ujian belum berjalan maksimal.

Selain keterbatasan fasilitas belajar, pihak sekolah juga mengeluhkan minimnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional pendidikan.

Kada hanya itu, lingkungan sekolah juga sering terdampak banjir wayah hujan deras maupun wayah banyu pasang terjadi.

Genangan banyu di halaman sekolah dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar serta kenyamanan peserta didik wan tenaga pendidik.

Warga berharap adanya perhatian wan solusi nyata matan pemerintah terhadap kondisi pendidikan di wilayah tersebut agar sabarataan anak dapat memperoleh akses pendidikan nang layak wan nyaman.

Menanggapi aspirasi itu, Anggota DPRD Banjarmasin, Gusti Yasni Iqbal, memadahakan persoalan pendidikan menjadi salah satu hal penting nang harus mendapat perhatian bersama.

Ia menjelaskan, secara kewenangan pembinaan Madrasah Ibtidaiyah berada di bawah Kementerian Agama.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menyampaikan berbagai aspirasi yang diterima warga kepada Pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat dicarikan solusi bersama.

“Walaupun pembinaan madrasah berada di bawah Kementerian Agama, tetapi aspirasi warga tetap akan kami sampaikan lantaran sabarataan warga berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ia berharap persoalan fasilitas pendidikan, termasuk kebutuhan sarana penunjang belajar wan penanganan banjir di lingkungan sekolah, dapat menjadi perhatian agar kualitas pendidikan di Banjarmasin semakin meningkat.

Melalui kegiatan reses ini, DPRD Banjarmasin berupaya memastikan berbagai kebutuhan warga, khususnya di bidang pendidikan, dapat terserap wan diperjuangkan melalui program pembangunan daerah. (HNG/JCI).

Exit mobile version