Banjarmasin, Jukung.co.id – Kegiatan reses yang dilaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin kembali menjadi ruang gasan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka, baisukan Sabtu (04/04/2026).
Dalam kegiatan Penelaahan wan Aspirasi Masyarakat Daerah Pemilihan Banjarmasin Selatan pada Reses Masa Sidang I Tahun 2026, sejumlah keluhan mencuat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan ratik yang dinilai masih belum tertangani secara optimal.
Reses yang dilaksanakan di kawasan Jalan Kelayan B Tengah, Gang Cermi, RT 20, Kelurahan Kelayan Tengah ini dilakukan Anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin, Hj. Masriyah, wan dihadiri warga yang antusias menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu persoalan utama yang disoroti warga adalah pengelolaan ratik di lingkungan permukiman yang dinilai belum tertata dengan baik. Minimnya fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) menjadi kendala utama dalam upaya pemilahan ratik.
Warga Kelayan, Junaidi, mengungkapkan bila selawas ini warga kesulitan memisahkan ratik organik wan nonorganik karena tidak adanya fasilitas pendukung.
“Kami warga sudah sering mengajukan penyediaan wadah pembuangan ratik sementara di kampung kami agar bisa mengelola ratik dengan baik, tapi sampai wayahini belum ada tanggapan matan pemerintah,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Rijal, yang menyoroti peran petugas pengangkut ratik atau yang dikenal sebagai “paman gerobak”. Ia menilai, peran mereka sangat vital dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun belum mendapat perhatian yang layak.
“Paman gerobak ini saban hari mengumpulkan ratik dari rumah ke rumah wan bajalan batis menuju TPS. Sekadanya mereka diberi insentif sebagai bentuk apresiasi pemerintah,” jelasnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj. Masriyah menyampaikan reses menjadi momentum penting untuk menyerap langsung kebutuhan warga di lapangan.
Ia mengakui persoalan ratik menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga, selain infrastruktur, pendidikan, wan layanan kesehatan.
“Sabarataan keluhan wan aspirasi warga dalam reses ini akan kami masukkan dalam pokok pikiran DPRD wan akan kami perjuangkan wayah penyampaian di rapat paripurna nanti,” tegasnya.
Ia memastikan sabarataan masukan warga akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada di DPRD, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan wan program pembangunan ke depan.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Kota Banjarmasin diharapkan mampu menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah, sehingga berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat ditangani secara tepat wan berkelanjutan. (EPW/JCI).
