Banjarmasin, Jukung.co.id – Aspirasi terkait program bedah rumah mencuat dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi PKB, Deddy Sophian, di kawasan Jalan Barito Hulu, Komplek Pelabuhan Perikanan (TPI), RT 029 RW 002, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, baisukan Sabtu (04/04/2026).
Kegiatan nang dihadiri warga serta sejumlah perwakilan instansi terkait ini menjadi ruang gasan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, khususnya terkait kondisi hunian yang dinilai sudah kada layak.
Salah satu warga mengungkapkan hingga wayahini balum mendapatkan realisasi program bedah rumah, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dilengkapi sejak lawas.
“Kami sudah memenuhi semua syarat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Padahal kondisi rumah sudah sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari program strategis matan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, yang menargetkan perbaikan puluhan ribu rumah kada layak huni.
“Terkait bedah rumah ini, kami berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Kebetulan dalam reses ini juga hadir Bapak Suripno Sumas. Program ini sejalan dengan kebijakan gubernur yang menargetkan sekitar 23 ribu unit rumah gasan dibedah,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan program tersebut memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, sehingga proses verifikasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum realisasi dilakukan.
Deddy Sophian menilai, program bedah rumah memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup warga, terutama gasan warga yang tinggal di rumah dengan kondisi kada layak, nangkaya atap miris atau dinding yang mulai jabuk.
“Melalui program ini, kita berharap rumah warga yang kondisinya sudah kada layak bisa diperbaiki, sehingga lebih aman wan nyaman gasan didiami,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan warga.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar tepat sasaran wan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya di Banjarmasin,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong percepatan program prioritas, termasuk bedah rumah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan wan kualitas hunian warga. (HNG/JCI).
