Turun Langsung ke Sungai, Aksi Wali Kota Banjarmasin Dapat Dukungan DPRD

Turun Langsung ke Sungai, Aksi Wali Kota Banjarmasin Dapat Dukungan DPRD

Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menata dan membersihkan sungai-sungai di kota ini terus mendapat perhatian. Aksi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam kegiatan kerja bakti membersihkan sungai dari ratik dan sedimen mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah sungai yang menjadi jalur aliran banyu  di Banjarmasin, di antaranya Sungai Kelayan, Sungai Miai, dan Sungai Awang.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi aliran banyu sekaligus mengurangi potensi banjir yang sering terjadi saat musim hujan.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Hari Kartono, menyampaikan dukungannya terhadap aksi yang dilakukan oleh wali kota tersebut. Ia menilai keterlibatan langsung kepala daerah dalam kegiatan bersih sungai menjadi contoh nyata kepedulian pemerintah terhadap lingkungan.

Namun demikian, ia menekankan keberhasilan menjaga kebersihan sungai tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, warga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, termasuk dengan tidak membuang ratik ke sungai serta ikut menjaga kebersihan saluran banyu di sekitar tempat tinggal.

“Aksi yang dilakukan wali kota ini semestinya juga dibarengi oleh masyarakat dengan membersihkan lingkungan sekitar, termasuk sungai-sungai yang berada di dekat tempat tinggal mereka,” harapnya, jelang tengah hari Jumat (06/03/2026).

Ia menjelaskan, kondisi sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain menjaga kelancaran aliran banyu, kebersihan sungai juga berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan.

Tumpukan ratik dan tumbuhan liar yang menutupi aliran sungai dapat menyebabkan penyumbatan sehingga banyu tidak mengalir dengan baik.

Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya banjir ketika curah hujan meningkat, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase terbatas.

Karena itu, menjaga kebersihan sungai menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan seperti Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

“Jika aliran sungai tersumbat oleh ratik ataupun tumbuhan, banyu tidak bisa mengalir dengan lancar. Hal ini tentu berpotensi menyebabkan banjir,” jelasnya.

Selain itu, lingkungan yang bersih juga dapat membantu mencegah munculnya berbagai penyakit yang sering terjadi akibat genangan banyu dan ratik.

Hari Kartono berharap kegiatan bersih sungai yang dipimpin langsung oleh wali kota, dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai kesadaran kolektif masyarakat sangat diperlukan agar kebersihan sungai dapat terjaga secara berkelanjutan.

Menurutnya, jika pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan, maka berbagai permasalahan seperti banjir dan pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.

“Kalau sungai kita bersih, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Kita bisa terhindar dari banjir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, upaya menjaga kebersihan sungai di Kota Banjarmasin diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi budaya yang melekat di tengah masyarakat.

“ Warga harus turut berpatisipasi dengan bergotong-royong menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya,” pungkasnya.

Exit mobile version