MBG Ramadan Disorot! Orang Tua Nilai Minim Protein, Korwil Buka Suara Soal Anggaran & Menu

MBG Ramadan Disorot! Orang Tua Nilai Minim Protein, Korwil Buka Suara Soal Anggaran & Menu

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selawas bulan suci Ramadan di Banjarmasin menjadi perhatian sejumlah orang tua siswa. Menu makanan kering yang dibagikan kepada peserta didik dinilai belum sepenuhnya memenuhi unsur gizi dan protein yang seimbang.

Salah seorang orang tua siswa, Minah, mengaku memperhatikan perbedaan menu MBG yang diterima anaknya setiap hari selawas Ramadan. Meski bervariasi, ia menilai komposisinya masih kurang kaya protein.

“Setiap harinya menu MBG anak saya beda-beda selawas Ramadan ini, tapi menurut saya masih jauh dari kata kaya akan protein dan gizi. Biasanya hanya buah, roti, hintalu, kadang ada sebungkus kacang tanah,” ujarnya, jelang tengah hari Kamis (26/02/2026).

Menurut Minah, dengan adanya anggaran yang telah ditetapkan pemerintah untuk program tersebut, seharusnya menu yang dibagikan dapat lebih memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, meskipun dalam bentuk makanan kering.

“Selawas Ramadan harusnya menu yang dibagikan tetap mengandung gizi dan protein. Ini hanya roti, hintalu, terkadang kacang tanah, sedangkan susu yang mengandung protein tidak ada,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Banjarmasin, Ahmad Cahyadi, memberikan penjelasan terkait mekanisme distribusi MBG selawas Ramadan. Ia menyebut, terdapat tantangan tersendiri dalam penyaluran makanan pada bulan puasa karena menu harus berupa makanan kering yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

“Selawas Ramadan, menu makanan kering yang dibagikan tetap mengutamakan gizi seimbang. Namun memang anggaran untuk pemenuhan makanan kering ini membutuhkan biaya lebih besar. Harga hintalu dan buah-buahan yang disajikan juga cukup mahal,” jelasnya.

Ia juga meluruskan terkait besaran anggaran per porsi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, tidak semua jenjang pendidikan menerima anggaran Rp15.000 per siswa.

“Anggaran makanan per siswa itu berbeda. Untuk PAUD hingga SD kelas 1 sampai 3 sebesar Rp8.000 per porsi, sedangkan untuk siswa kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000,” terangnya.

Ahmad Cahyadi menambahkan, hingga tahun 2026 terdapat 51 SPPG di Banjarmasin yang telah resmi mendapatkan surat keputusan dari Badan Gizi Nasional. Namun dari jumlah tersebut, saat ini baru 45 SPPG yang aktif beroperasi menyalurkan program MBG.

Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program agar makanan yang didistribusikan tetap memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan agar menu yang diberikan saat bulan suci Ramadan tetap mengedepankan unsur sehat, higienis, aman, bergizi, dan mengandung protein,” tegasnya.

Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Selawas Ramadan, penyesuaian dilakukan agar makanan tetap dapat dikonsumsi dengan aman saat waktu berbuka puasa. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *