Ramadan Tiba, Bahaya Mengintai! Damkar Banjarmasin Wanti-Wanti Soal Kompor dan Listrik

Ramadan Tiba, Bahaya Mengintai! Damkar Banjarmasin Wanti-Wanti Soal Kompor dan Listrik

Banjarmasin, Jukung.co.id – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif mengingat intensitas aktivitas rumah tangga, khususnya memasak, cenderung meningkat selawas Ramadan. Aktivitas dapur yang lebih padat menjelang waktu berbuka puasa dan sahur dinilai menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kebakaran.

Kepala Disdamkarmat Banjarmasin, Hendro, mengatakan penggunaan kompor dan peralatan dapur selawas bulan puasa biasanya lebih sering dibandingkan hari-hari biasa. Kondisi ini, menurutnya, perlu diimbangi dengan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

“Pada bulan puasa, penggunaan fasilitas dapur seperti kompor lebih sering digunakan untuk memasak saat berbuka dan sahur. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati,” ujar Hendro, baisukan Rabu (18/02/2026).

Ia menegaskan sebagian besar kasus kebakaran di kawasan permukiman disebabkan oleh kelalaian. Salah satu contoh yang sering terjadi adalah kompor yang dibiarkan menyala setelah digunakan atau lupa dimatikan saat makanan masih dipanaskan.

“Kami mengimbau khususnya kepada ibu-ibu setelah memasak atau memanaskan makanan, jangan lupa memastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati. Penyebab utama kebakaran adalah kelalaian,” tegasnya.

Selain penggunaan kompor, potensi kebakaran juga bisa dipicu oleh instalasi listrik yang tidak aman. Arus pendek listrik menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran yang cukup dominan, terutama di kawasan padat penduduk.

Karena itu, Disdamkarmat meminta masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing. Warga juga diimbau mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan serta memastikan tidak ada sambungan listrik yang berlebihan.

“Pastikan aliran listrik dimatikan saat tidak digunakan. Arus pendek listrik juga menjadi salah satu penyebab kebakaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik apabila terjadi kebakaran. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah membunyikan alarm atau lonceng di lingkungan sekitar untuk memberi peringatan kepada warga lain.

Selain itu, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112 agar petugas pemadam kebakaran dapat segera menuju lokasi dan melakukan penanganan secara cepat.

Menurut Hendro, respons cepat dari warga sangat menentukan dalam meminimalisir dampak kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang padat dan memiliki akses jalan terbatas.

Disdamkarmat berharap momentum Ramadan dapat dijalani masyarakat dengan aman dan khusyuk tanpa adanya musibah kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesadaran kolektif warga dalam menjaga keselamatan lingkungan.

“Ramadan adalah bulan ibadah dan kebersamaan. Jangan sampai kelalaian kecil justru menimbulkan musibah besar. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (EPW/JCI).

Exit mobile version