Banjarmasin, Jukung.co.id – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Banjarmasin, Neli Listriani, meninjau pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi masyarakat di Taman Terbuka Hijau RPTRA Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, baisukan Selasa (10/02/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, sebagai bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan reproduksi semakin mudah diakses oleh masyarakat, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pelayanan KB secara langsung dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi, mulai dari pil, suntik, implant, IUD, kondom, hingga konsultasi perencanaan keluarga yang didampingi tenaga kesehatan profesional.
Ketua TP Posyandu Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan kehadiran layanan KB di ruang publik bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kontrasepsi, tetapi juga pemahaman yang tepat, sehingga perencanaan keluarga dapat dilakukan dengan baik dan berkelanjutan demi terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Neli Listriani menegaskan, kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan program KB berjalan efektif dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin, TP Posyandu, dan BKKBN, program KB terus digerakkan hingga ke tingkat akar rumput.
“Peran kader sangat penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Kami terus mendorong kader di lapangan agar aktif mengedukasi warga, tidak hanya saat pelayanan berlangsung, tetapi juga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Neli Listriani, penyediaan layanan KB di ruang terbuka hijau seperti RPTRA menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses terhadap fasilitas kesehatan formal.
“Dengan pelayanan yang lengkap dan mudah dijangkau di ruang publik, masyarakat dapat memilih metode KB yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarganya,” tambahnya.
Program pelayanan KB melalui BAMARA ini dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk yang berkualitas.
Melalui pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap program KB dapat terus berjalan secara berkesinambungan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya. (EPW/JCI).













