InJourney Airports Tata Ulang Skema Penjemputan di Bandara Syamsudin Noor, Sediakan Opsi Premium hingga Transportasi Umum

InJourney Airports Tata Ulang Skema Penjemputan di Bandara Syamsudin Noor, Sediakan Opsi Premium hingga Transportasi Umum

Banjarmasin, Jukung.co.id – Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus melakukan penyesuaian layanan seiring meningkatnya mobilitas penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengaturan jenis penjemputan penumpang berdasarkan kebutuhan pengguna jasa, guna menciptakan kelancaran arus kendaraan serta kenyamanan dan keselamatan bersama.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan penataan ini merupakan respons atas meningkatnya atensi daerah hingga nasional terhadap Kalimantan Selatan, yang ditandai dengan maraknya kegiatan berskala regional maupun nasional di wilayah ini.

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, InJourney Airports menghadirkan Premium Parking yang berlokasi tepat di seberang Pintu Exhibition Hall. Fasilitas ini ditujukan bagi pengguna jasa yang membutuhkan akses tercepat dan terdekat dari area kedatangan bandara. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan dengan tambahan biaya sebesar Rp 75.000 untuk enam jam, di luar tarif parkir reguler.

Dari Pintu Exhibition Hall, penumpang dapat menuju ke area kedatangan dengan berjalan ke arah kiri. Di kawasan ini, pengaturan jalur penjemputan dibagi menjadi beberapa opsi, yakni Reguler Pick Up, Premium Pick Up, serta Land Transportation.

Untuk penjemputan singkat, Reguler Pick Up direkomendasikan bagi pengguna jasa yang hanya membutuhkan waktu singgah maksimal tiga menit. Layanan ini dikenakan tarif parkir reguler, yaitu Rp 10.000 untuk satu jam pertama dan Rp 4.000 untuk setiap jam berikutnya bagi kendaraan roda empat.

Sementara itu, bagi pengguna jasa yang memerlukan waktu penjemputan lebih lawas, tersedia Premium Pick Up (Short Stay Parking). Fasilitas ini memungkinkan kendaraan berhenti selawas 30 hingga 60 menit, dengan biaya Rp 50.000 per 30 menit, ditambah tarif parkir reguler.

Selain itu, bandara juga menyediakan opsi Land Transportation resmi yang dapat digunakan penumpang sesuai kebutuhan dan anggaran masing-masing. Saat ini, layanan transportasi resmi yang tersedia meliputi Kojatas Taxi, Banjar Taxi, Grab, Maxim, serta bus Damri.

Adapun bagi penumpang yang dijemput menggunakan sepeda motor, InJourney Airports telah menyiapkan jalur khusus. Pengguna jasa dapat keluar dari Pintu Exhibition Hall menuju arah kanan melalui Lobby Keberangkatan, melewati koridor indoor yang nyaman, hingga tiba di area parkir motor.

“Kami memberikan atensi terhadap kebutuhan pengguna jasa bandara yang sangat beragam. Penataan area penjemputan ini mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan, baik bagi penumpang maupun kendaraan,” ujar Stephanus Millyas Wardana, Jumat (23/01/2026).

Ia menambahkan, berbagai pilihan layanan yang disediakan memungkinkan pengguna jasa menentukan opsi penjemputan yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Berdasarkan data operasional, Bandara Internasional Syamsudin Noor menunjukkan tren pemulihan signifikan pascapandemi Covid-19. Aktivitas pesawat pada tahun 2025 tercatat mencapai 27.221 pergerakan, atau sekitar 96 persen dari kondisi tahun 2019 yang mencapai 28.843 pergerakan. Sementara itu, jumlah penumpang juga mengalami pemulihan hingga 94 persen, dari 3,2 juta penumpang pada 2019 menjadi sekitar 3,1 juta penumpang pada 2025.

Manajemen bandara memprediksi angka tersebut akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap para pengguna jasa dapat kooperatif mengikuti pengaturan alur penjemputan yang berlaku. Penunjuk arah dan marka telah disediakan untuk memudahkan, dan petugas kami siap membantu apabila diperlukan,” pungkasnya. (VA/JCI).

Exit mobile version