DPRD Kotabaru Panggil Telkom–Telkomsel, Gangguan Jaringan Akibat Kabel Laut Putus Rugikan Puluhan Ribu Pelanggan

DPRD Kotabaru Panggil Telkom–Telkomsel, Gangguan Jaringan Akibat Kabel Laut Putus Rugikan Puluhan Ribu Pelanggan

Kotabaru, Jukung.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru memanggil manajemen PT Telkom dan Telkomsel untuk meminta klarifikasi terkait gangguan jaringan telekomunikasi yang kembali terjadi dan berlangsung hingga berhari-hari di sejumlah wilayah Kabupaten Kotabaru. Gangguan tersebut dinilai berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Rapat kerja digelar pada Senin (12/01/2026) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kotabaru, menyusul banyaknya keluhan masyarakat akibat terhentinya layanan komunikasi, baik telepon, pesan singkat (SMS), maupun akses internet. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama yang bergantung pada layanan digital dan transaksi daring.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, H. M. Suhartono menjelaskan,  berdasarkan pemaparan pihak operator, gangguan jaringan disebabkan oleh putusnya kabel serat optik Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pada titik KM 22,8. Kerusakan terjadi di kedalaman sekitar 2 hingga 4 meter, dipicu erosi dan kuatnya arus bawah laut yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

“Gangguan ini bukan hanya berlangsung beberapa jam, tetapi hampir satu minggu. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, termasuk pelaku usaha, layanan publik, hingga transaksi keuangan,” ujar Suhartono kepada awak media usai rapat.

Ia mengungkapkan, gangguan jaringan mulai terdeteksi sejak 08 Januari 2026. PT Telkom kemudian melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari penanganan awal, pengukuran ulang titik gangguan, hingga mobilisasi kapal serta tim teknis khusus dari Makassar untuk melakukan perbaikan kabel bawah laut.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan dalam rapat kerja, pekerjaan perbaikan fisik kabel laut dijadwalkan dimulai pada 16 Januari 2026, dengan target jaringan kembali normal dan stabil sepenuhnya pada 19 Januari 2026.

Data teknis yang dipaparkan menunjukkan, gangguan tersebut berdampak pada sekitar 87.772 pelanggan, atau setara dengan 60 persen pengguna Telkomsel di Kabupaten Kotabaru. Selain melakukan perbaikan, PT Telkom juga berencana melakukan peningkatan kapasitas jaringan dari sebelumnya 3,3 Gbps menjadi 4,0 Gbps sebagai langkah antisipasi dan peningkatan kualitas layanan ke depan.

Dalam forum tersebut, DPRD Kotabaru juga menyoroti komitmen operator terkait pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak. Menanggapi hal tersebut, pihak Telkomsel menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan kompensasi diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kompensasi yang disiapkan berupa paket layanan suara dan SMS selawas masa pemulihan, serta paket data sebesar 3 GB yang dapat digunakan setelah jaringan kembali normal. Selain itu, pelanggan IndiHome dan kartu HALO juga mendapatkan potongan tagihan yang disesuaikan dengan durasi gangguan layanan. Paket kompensasi tersebut dapat diakses pelanggan melalui kode dial 88820#.

General Manager Witel Kalselteng, Wahyu Jati Nugroho menjelaskan, gangguan layanan yang terjadi sejak pukul 16.37 Wita disebabkan putusnya serat optik SKKL pada jalur Batulicin–Kotabaru.

“Titik gangguan berada di perairan tengah antara Batulicin dan Kotabaru, sekitar 22,8 kilometer dari Site Serongga,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi sementara, Telkom Group telah mengaktifkan jalur cadangan menggunakan jaringan radio (radio link). Namun demikian, jalur tersebut memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga trafik jaringan diprioritaskan untuk layanan seluler esensial, layanan publik, serta pelanggan prioritas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, mengapresiasi langkah DPRD Kotabaru yang dinilai cepat merespons keluhan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Kotabaru yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya terkait layanan internet yang sangat vital bagi aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Diskominfo Kotabaru akan menyebarluaskan informasi terkait gangguan dan progres perbaikan jaringan tersebut melalui media online dan cetak sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Melalui rapat kerja ini, DPRD Kabupaten Kotabaru berharap proses perbaikan jaringan dapat berjalan sesuai target dan meminta pihak operator untuk meningkatkan pengamanan infrastruktur telekomunikasi, khususnya kabel bawah laut, guna meminimalkan terulangnya gangguan serupa di masa mendatang. (Rilis/JCI).

Exit mobile version