Banjarmasin, Jukung.co.id — Ketekunan seorang ibu muda, Maulida, dalam mengatur arus lalu lintas di pertigaan Jalan Suprapto – Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Tengah, menarik perhatian Dewan Pimpinan Pusat Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (DPP FKPWK). Saban hari, ibu satu anak ini berdiri siang dan malam, membantu kelancaran pengendara yang melintas, sambil berjuang memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.
Tim DPP FKPWK secara diam-diam menelusuri alamat Maulida dan akhirnya menemukan rumahnya tidak jauh dari lokasi tugasnya, di Jalan Sutoyo S, Gang Angsoka III RT 27 RW II, Kelurahan Antasan Besar Banjaramasin Tengah, jelang tengah hari Kamis (09/10/2025).
Kedatangan Ketua Umum DPP FKPWK, Rachmad Fadillah, S.H., beserta tim, sempat membuat Maulida terkejut karena belum mengenal tamu yang datang. Setelah dijelaskan maksud kunjungan, Maulida menerima kabar bahwa ia akan diberikan bantuan belanja senilai Rp1 juta, dan tidak kuasa menahan haru sambil mengucap syukur kepada Allah SWT.
Menurut Maulida, penghasilannya sehari-hari dari membantu mengatur kendaraan di kawasan tersebut biasanya hanya Rp50 ribu, karena 12 orang petugas bertugas secara bergantian, masing-masing tigapuluh menit. Bahkan ketika hamil, ia tetap melaksanakan pekerjaan ini demi mencukupi kebutuhan keluarga. Suaminya pun turut bekerja di lokasi yang sama, saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Maulida mengaku tidak menyangka pekerjaannya menjadi perhatian pihak lain.“Saya sangat bersyukur. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT. Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum haru.
“Bantuan ini diberikan untuk mereka yang bekerja keras dan pantas mendapat apresiasi. Untuk bulan Oktober ini, ada lima penerima manfaat dengan total Rp5 juta, masing-masing mendapatkan Rp1 juta,” jelasnya.
Rachmad Fadillah berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan membawa manfaat bagi masyarakat. “Kami ingin keberadaan FKPWK dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan ini semoga memberi semangat bagi mereka yang bekerja keras, seperti Ibu Maulida,” tambahnya.
Kisah Maulida menjadi contoh nyata keteguhan hati dan kerja keras seorang ibu dalam menghadapi kerasnya kehidupan sehari-hari. Dedikasinya dalam tugas kecil namun penting kini mendapat perhatian yang layak dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. (HNG/JCI).
