Berita  

Dinas Pendidikan Diminta Segera Bertindak Benahi Kondisi Sekolah Rusak di Banjarmasin

Dinas Pendidikan Diminta Segera Bertindak Benahi Kondisi Sekolah Rusak di Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id  —  Kondisi infrastruktur sekolah dasar di Kota Banjarmasin mendapat sorotan tajam dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin, Sarifah Saqinah. Ia menilai, masih banyak fasilitas pendidikan di kota ini yang jauh dari kata layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Keprihatinan tersebut disampaikan Sarifah Saqinah usai mengikuti rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Tengah, jelang kamarian Ahad (21/09/2025).

“Ketika saya meninjau langsung ke SDN Antasan Kecil Timur 3 Banjarmasin Utara, kondisinya sangat memprihatinkan. Lantainya bergelombang, atapnya bocor, dan ruang kantor guru terlalu kecil. Saat hujan turun, banyu masuk ke ruang kelas dan ruang guru. Ini tidak layak untuk proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan, kondisi semacam itu tidak seharusnya terjadi di tengah komitmen pemerintah kota yang mengusung visi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kenyamanan peserta didik dan tenaga pengajar sangat menentukan kualitas proses belajar. Kalau ruangannya bocor dan lantainya basah, bagaimana mereka bisa fokus belajar?” ujarnya.Selain kondisi bangunan yang rusak, halaman SDN Antasan Kecil Timur 3 juga dikeluhkan warga. Halaman sekolah yang rendah sering tergenang banyu saat hujan, menyebabkan halaman menjadi licin bahkan membahayakan guru, peserta didik, hingga orang tua murid.

“Saya menerima laporan sudah ada beberapa orang tua murid dan siswa yang terpeleset karena halaman sekolah licin saat hujan. Ini jelas membahayakan dan tidak boleh dibiarkan,”  tegasnya.

Ia pun meminta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin segera melakukan peninjauan langsung untuk memastikan tingkat kerusakan, agar dapat segera dimasukkan dalam skala prioritas perbaikan pada tahun anggaran 2026.

“Saya minta dinas terkait jangan menunggu laporan menumpuk baru bertindak. Harus ada langkah cepat untuk meninjau langsung dan memastikan kebutuhan anggaran perbaikannya,” pintanya.

Sarifah Saqinah menambahkan, SDN Antasan Kecil Timur 3 bukan satu-satunya sekolah yang memerlukan perhatian pemerintah. Berdasarkan hasil pantauan dan laporan masyarakat, masih ada sejumlah sekolah lain di beberapa kecamatan yang mengalami kondisi serupa, mulai dari ruang belajar rusak hingga fasilitas dasar yang tidak memadai.

“Kami di DPRD akan terus mendorong agar anggaran pendidikan benar-benar berpihak pada kebutuhan riil di lapangan, bukan hanya untuk pembangunan baru tetapi juga perbaikan fasilitas yang sudah ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sarifah Saqinah menekankan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bisa dilihat dari sisi kurikulum atau tenaga pengajar semata, tetapi juga dari lingkungan belajar yang sehat, aman, dan layak.

“Kalau bangunan sekolahnya tidak layak, itu bisa menurunkan semangat belajar anak-anak. Mereka butuh ruang yang mendukung agar bisa tumbuh dan berprestasi dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, perhatian terhadap infrastruktur pendidikan harus menjadi bagian penting dalam pembahasan APBD 2026, agar perbaikan fasilitas sekolah dapat segera direalisasikan. DPRD, ujar Sarifah Saqinah, siap mengawal dan memastikan usulan perbaikan itu tidak berhenti di atas kertas.

“Kami akan kawal dalam pembahasan anggaran, supaya sekolah-sekolah yang rusak segera diperbaiki. Pendidikan harus menjadi prioritas nyata, bukan hanya slogan,” pungkasnya. (HNG/JCI).

Exit mobile version