Banjarmasin, Jukung.co.id – Kasus anak putus sekolah di Banjarmasin masih menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Pemerintah Kota bersama berbagai pihak kini terus mencari solusi, salah satunya melalui keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang memberi peluang pendidikan alternatif bagi anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya.
PKBM hadir dengan program kesetaraan, mulai dari Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA). Program ini membuka kesempatan luas bagi remaja hingga orang dewasa untuk memperoleh kembali akses pendidikan formal. Khusus Paket C menjadi pilihan banyak remaja Banjarmasin yang ingin mendapatkan ijazah formal sebagai syarat melanjutkan kuliah atau masuk dunia kerja.
“Peserta kami berasal dari berbagai usia, namun mereka punya semangat yang sama untuk belajar kembali. Ada yang baru berhenti sekolah, ada juga yang ingin melanjutkan meski sudah bekerja,” ungkap Verrawati, baisukan Sabtu (20/09/2025).
Ia menambahkan, pola pembelajaran di PKBM disusun menyerupai sekolah formal, namun lebih fleksibel menyesuaikan kondisi peserta. Bahkan, sistem pembelajaran digital juga diterapkan agar peserta tetap aktif dan melek perkembangan zaman. “Selain materi akademik, kami membekali mereka dengan keterampilan tambahan. Jadi, setelah lulus mereka bisa bersaing di dunia kerja dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Keberadaan PKBM di Banjarmasin diharapkan dapat menekan angka putus sekolah yang selawas ini masih cukup tinggi. Selain memberi jalan kembali bagi anak-anak untuk menggapai pendidikan, PKBM juga memberi ruang bagi masyarakat dewasa untuk memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan baru.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan semangat para peserta, PKBM diyakini menjadi solusi nyata dalam mencetak generasi muda Banjarmasin yang lebih berdaya, berpendidikan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (EPW/JCI).
