Berita  

Balai Kota Jadi Lautan Warna, Anak-Anak Banjarmasin Asyik Mewarnai Bersama

Balai Kota Jadi Lautan Warna, Anak-Anak Banjarmasin Asyik Mewarnai Bersama

Banjarmasin, Jukung.co,id – Suasana Balai Kota Banjarmasin terasa berbeda dari biasanya, baisukan Senin (15/09/2025). Jika biasanya dipenuhi tamu dan rapat resmi, kali ini lobi utamanya dipenuhi tawa, senyum, dan krayon warna-warni. Ratusan anak-anak usia dini berkumpul mengikuti lomba mewarnai dalam rangka Hari Jadi Banjarmasin ke-499.

Suasana riuh ceria. Anak-anak dengan semangat membuka kotak krayon yang penuh warna. Ada yang langsung memilih warna favoritnya, ada juga yang berhenti sejenak, berpikir keras.

Di meja-meja kecil itu, tangan mungil bergerak lincah. Garis demi garis perlahan dipenuhi warna. Ada yang serius sekali, lidahnya sampai menjulur keluar saking fokusnya. Ada pula yang santai, sambil sesekali menoleh ke teman sebelahnya.

Tidak kalah seru, orang tua yang menunggu di pinggir ruangan juga ikut terbawa suasana. Ada yang heboh memberi semangat dengan lambaian tangan, ada yang sibuk merekam setiap momen lewat kamera ponsel, dan ada juga yang senyum-senyum sendiri melihat anaknya tampil percaya diri.

“Sangat senang bisa berkumpul teman-teman, yang penting heboh dan bersyukur bisa berpoto bersama walikota,” ujar Alzam salah satu peserta dari PAUD SKB Buah Hati Banjarmasin dengan wajah penuh ceria.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang hadir di tengah acara, tampak tersenyum melihat keceriaan itu. Ia menegaskan, lomba ini bukan sekadar ajang mencari pemenang.

“Yang terpenting adalah anak-anak berani berekspresi. Dari hal sederhana seperti mewarnai, mereka belajar percaya diri, belajar sabar, dan melatih imajinasi,” ujarnya.

Bunda PAUD Banjarmasin, Neli Listriani, juga memberi semangat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama membentuk generasi emas Banjarmasin. “Setiap goresan warna anak-anak adalah simbol harapan masa depan,” ucap lembut.

Bagi sebagian orang, lomba mewarnai mungkin terlihat sepele. Tapi bagi anak-anak, inilah panggung besar pertama mereka. Tempat di mana imajinasi mereka dihargai, dan keberanian mereka mendapat tepuk tangan.

Ketika lomba usai, ruangan Balai Kota dipenuhi kertas-kertas penuh warna—ada yang cerah sekali, ada yang unik dengan kombinasi tidak terduga. Semua sama indahnya, karena setiap gambar bercerita tentang dunia anak-anak yang polos, jujur, dan penuh imajinasi.

Hari itu, Balai Kota Banjarmasin tidak hanya menjadi pusat pemerintahan. Ia berubah menjadi ruang bermain raksasa, tempat anak-anak belajar mewarnai bukan sekadar hobi, tapi juga cara untuk bermimpi.

Dan siapa tahu, dari krayon kecil yang mereka genggam hari ini, kelak lahir seniman, pemimpin, atau pencipta masa depan Banjarmasin yang penuh warna. (EPW/JCI).

Exit mobile version