DPP FKPWK Jalin Silaturahim ke Kesultanan Kutai, Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya

DPP FKPWK Jalin Silaturahim ke Kesultanan Kutai, Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya

Tenggarong, Jukung.co.id Langkah rombongan Dewan Pimpinan Pusat Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (DPP FKPWK) tengah hari itu terasa penuh makna. Dari halaman Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin, masjid bangunan kayu ulin baumur hampir saabad, mereka menuju Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Suasana teduh dan bersejarah menjadi latar silaturahim, Kamis (04/09/2025).

Ketua Umum DPP FKPWK, Adv. Rachmad Fadillah, S.H., memimpin rombongan yang disambut langsung Sultan Aji Muhammad Arifin bersama menantunya, Pangeran Hari. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan kehormatan, tetapi juga simbol komitmen untuk merawat nilai budaya yang diwariskan turun-temurun di tanah Kalimantan.

“Kehadiran ini adalah penghormatan terhadap warisan budaya, sekaligus wujud komitmen DPP FKPWK untuk menjaga dan memajukan adat istiadat serta nilai luhur Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Sultan Aji Muhammad Arifin menekankan pentingnya adat, adab, dan budaya dalam menjaga keharmonisan masyarakat. “Kaltim dan Kalsel dikenal kondusif dan aman. Mari kita jaga bersama,” pesannya.

Pangeran Hari turut mengapresiasi kunjungan DPP FKPWK dan berharap jalinan silaturahim ini membawa keberkahan sekaligus mempererat persaudaraan.

Sebelum bertemu Sultan, rombongan DPP FKPWK menunaikan sholat Zhuhur berjamaah di Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin, masjid bersejarah peninggalan Kesultanan Kutai yang dibangun pada 1930 Masehi dan kini berstatus cagar budaya nasional.

Sebagai catatan, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan, berdiri sejak abad ke-14 dan bertransformasi menjadi kerajaan Islam pada 1575 Masehi. Meski secara politik berakhir pada 1960, jejak sejarah dan budayanya tetap terjaga, menjadi identitas luhur yang hingga kini hidup di tengah masyarakat. (HNG/JCI).

Exit mobile version