Basarnas Lakukan Pencarian Helikopter Hilang Kontak Selawas 7 Hari

Basarnas Lakukan Pencarian Helikopter Hilang Kontak Selawas 7 Hari

Banjarmasin, Jukung.co.id – Operasi pencarian helikopter jenis BK117-D3 milik operator Eastindo yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akan dilaksanakan selawas tujuh hari. Hal ini disampaikan oleh Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Helikopter tersebut hilang kontak pada Senin (01/09/2025), setelah lepas landas dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Pesawat yang membawa delapan orang penumpang dan kru itu terakhir tercatat berkomunikasi dengan menara pengawas sekitar pukul 07.54 WIB, atau delapan menit setelah keberangkatan.

Sejak saat itu, helikopter tidak dapat lagi dihubungi baik melalui AirNav Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan, maupun Palangka Raya. Berdasarkan laporan awal AirNav Banjarmasin, titik hilang kontak berada di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan koordinat 3°06’54.58″ Lintang Selatan dan 115°41’21.62″ Bujur Timur, pada ketinggian sekitar 3.000 kaki.

I Putu Sudayana menegaskan, Basarnas bersama tim gabungan akan bekerja maksimal untuk menemukan lokasi helikopter. “Sesuai SOP, pencarian berlangsung selawas tujuh hari sejak kejadian. Kami berharap secepatnya lokasi helikopter dapat diketahui dan seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi, Basarnas mengerahkan personel dari Kantor SAR Banjarmasin, Unit Siaga SAR Batulicin, dan Pos SAR Kotabaru. Pencarian juga diperkuat dengan satu unit helikopter Ditpolairud Polri Kalteng serta pesawat milik BNPB yang biasa digunakan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, operasi pencarian turut melibatkan unsur AirNav Syamsudin Noor, BPBD Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari, Brimob Tanah Bumbu, dan Lanud Syamsudin Noor.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan perjalanan darat dan penyisiran udara menuju titik koordinat terakhir. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah berawan, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan helikopter tersebut diimbau segera melaporkannya melalui layanan darurat 115. (AHF/JCI).

Exit mobile version