Banjarbaru, Jukung.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Puncak Peringatan Hari Jadi ke-75 secara meriah di Kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan Dharma Praja, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, baisukan Kamis (14/08/2025). Kegiatan ini dihadiri ribuan undangan dari berbagai kalangan, mulai dari kepala daerah, pejabat instansi vertikal dan horizontal, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum yang turut menyemarakkan peringatan hari bersejarah bagi daerah ini.
Kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang hadir bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, disambut dengan atraksi pencak silat khas Banua. Para pendekar silat memperagakan seni bela diri tradisional sebagai bentuk penyambutan istimewa dan penghormatan terhadap para pemimpin daerah.
Kegembiraan pun tampak jelas dari wajah para undangan yang menyambut rombongan pimpinan daerah dengan antusiasme tinggi. Suasana acara terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Untuk memeriahkan acara, berbagai pertunjukan seni budaya daerah ditampilkan. Mulai dari Madihin, seni tutur khas Banjar yang sarat pesan moral dan hiburan, hingga penampilan tarian kolosal “Nafas Bumi Banua”. Tarian ini menggambarkan keindahan dan kekayaan alam Pegunungan Meratus yang telah resmi ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada sidang internasional di Paris, Prancis.
Penampilan seni budaya ini menjadi wujud pelestarian dan promosi kearifan lokal Kalimantan Selatan yang terus dijaga dan dikembangkan dari generasi ke generasi.
Dalam momentum istimewa ini, Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah menyerahkan sejumlah penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa dalam pembangunan daerah. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi dan motivasi bagi seluruh pihak untuk terus berkontribusi aktif dalam memajukan Kalimantan Selatan.
Sebelum menyampaikan sambutan, Gubernur H. Muhidin secara khusus mengajak istri beliau serta istri Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah untuk naik ke panggung. Hal ini menjadi bentuk penghargaan terhadap peran keluarga yang turut mendukung tugas-tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan Peringatan Hari Jadi ke-75 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih baik.
“Saya berharap peringatan ini membangkitkan semangat kita semua untuk terus kompak, semakin bersatu, dan memantapkan kebersamaan dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju dan kehidupan rakyat yang lebih sejahtera,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pejuang dan pendahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta mengajak semua elemen mulai dari pemerintah, ulama, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum, untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga memaparkan berbagai pencapaian yang diraih oleh Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kalimantan Selatan menjadi provinsi tercepat se-Indonesia dalam mengusulkan dokumen RPJMD 2025–2029, Geopark Meratus secara resmi masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark, pengakuan internasional atas kekayaan geologi dan budaya Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan meraih predikat pelayanan prima sebagai organisasi pelayan publik tingkat nasional, Gubernur H. Muhidin menjadi gubernur pertama di Indonesia yang mendapatkan apresiasi dari Ombudsman RI atas kebijakan inovatif dalam program Desa Anti Maladministrasi, yang dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan di tingkat desa.
Menjelang penutupan sambutan, Gubernur H. Muhidin mengajak Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman untuk membacakan sebuah pantun sebagai bentuk pesan kebersamaan dan harapan untuk masa depan Kalimantan Selatan.
“Wadai Banjar bangaran gagatas, Nukar sepuluh di pasar Batuah. Layani rakyat secara ikhlas, Niscaya hidup menjadi berkah”
“ Buah manggis buah delima, Beli sekilo untuk sodara. Dirgahayu Kalimantan Selatan nang ke 75, Mudahan rakyatnya semakin sejahtera”
Puncak peringatan ini ditandai dengan pemotongan Nasi Astakona, nasi tumpeng khas Kalimantan Selatan yang mengandung makna delapan unsur kehidupan yang ideal dan seimbang. Pemotongan dilakukan oleh Gubernur, diikuti oleh Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah, sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian selawas 75 tahun perjalanan Kalimantan Selatan. (HNG/JCI).
