Banjarmasin, Jukung.co.id – Komisi III DPRD Banjarmasin menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap Halte Integrasi Nol Kilometer. Pemantauan ini bertujuan agar keberadaan halte benar-benar sesuai dengan konsep awalnya, yakni sebagai simpul transportasi modern, ramah lingkungan, sekaligus nyaman digunakan masyarakat yang mengandalkan Trans Banjarmasin.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, di sela kegiatan pemantauan bersama anggota komisi terhadap aktivitas serta kondisi fasilitas halte, jelang tengah hari Sabtu (09/08/2025), di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin Tengah.
Muhammad Ridho Akbar menjelaskan, sistem layanan di halte integrasi saat ini memang sudah berjalan cukup baik. Namun, pihaknya akan memastikan evaluasi dilakukan secara berkala, khususnya dengan memperhatikan masukan serta keluhan dari masyarakat yang setiap hari menggunakan Trans Banjarmasin.
“Evaluasi harus terus dilakukan sambil mendengar keluhan warga. Dengan begitu, Trans Banjarmasin benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Menurutnya, transportasi massal seperti Trans Banjarmasin adalah tulang punggung mobilitas perkotaan. Karena itu, fasilitas halte integrasi yang modern dan terkelola dengan baik menjadi penentu keberhasilan sistem transportasi publik di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini.
Selain pelayanan transportasi, Komisi III juga menyoroti keberlangsungan fasilitas publik yang sudah dibangun dengan biaya besar. Muhammad Ridho Akbar menekankan pentingnya perawatan berkala, khususnya pada toilet, ruang tunggu, hingga fasilitas pendukung lain.
“Ke depan Dishub harus menjadikan kebersihan dan perawatan fasilitas sebagai prioritas utama. Halte ini adalah wajah kota. Kalau bersih, nyaman, dan terawat, tentu akan meningkatkan citra Banjarmasin di mata masyarakat,” ujarnya.
Komisi III DPRD Banjarmasin berharap keberadaan Halte Nol Kilometer dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Dengan pengelolaan yang maksimal, Trans Banjarmasin diyakini bisa menjadi pilihan utama warga.
Muhammad Ridho Akbar optimistis, sistem transportasi publik yang baik akan membantu mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih ramah bagi masyarakat.
“Trans Banjarmasin jangan hanya dipandang sebagai moda angkutan semata, tapi sebagai upaya bersama untuk menghadirkan wajah Banjarmasin yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkasnya. (HNG/JCI).
