Berita  

Mahasiswa UNISKA KKN di Barito Kuala: Olah Limau Jadi Sirup dan Sabun Cuci Piring

Mahasiswa UNISKA KKN di Barito Kuala: Olah Limau Jadi Sirup dan Sabun Cuci Piring

Barito Kuala, Jukung.co.id Ratusan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari dari berbagai program studi melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Mereka ditempatkan di berbagai desa, salah satunya adalah Kelompok 21 yang beranggotakan 29 mahasiswa dengan pendampingan satu Dosen Pendamping Lapangan.

Kelompok ini melakukan pengabdian di Desa Purwosari Baru RT 09 Kecamatan Tamban, Sabtu (02/08/2025), dengan mengangkat tema pemanfaatan buah lokal sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Mawar Putih yang juga digunakan sebagai tempat belajar anak-anak PAUD, disambut hangat oleh warga setempat. Sebelum penyuluhan dimulai, mahasiswa membagikan bingkisan kepada anak-anak PAUD yang turut hadir, sebagai bentuk kepedulian dan membangun kedekatan.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 21, Ahmad Sauqi menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan dukungan masyarakat. Ia berharap kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang berpeluang mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif berbasis rumah tangga.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang bisa dikembangkan setelah kami selesai KKN. Dengan penyuluhan pembuatan sirup dari buah limau dan sabun cuci piring dari kulitnya, harapan kami ini bisa menambah penghasilan dan mendukung ekonomi keluarga,” ucapnya.

Warga terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak langsung untuk mempraktikkan proses pembuatan sirup dan sabun cuci piring. Hasilnya pun langsung bisa dilihat dan dicoba bersama-sama.

Salah seorang warga, Amelia, mengaku sangat bersyukur bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Senang sekali karena kami dapat ilmu baru yang sangat berguna. Saya dan ibu-ibu lain bahkan berencana untuk memproduksi sirup dan sabun ini secara rutin untuk dijual lewat UMKM,” ujarnya penuh semangat.

Dosen Pendamping Lapangan – Nurhasanah menegaskan, kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga kontribusi nyata terhadap potensi lokal desa. Ia menyebut, limau yang melimpah di Desa Purwosari Baru adalah sumber daya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Limau di desa ini sangat melimpah, tapi belum digarap maksimal Melalui kreativitas mahasiswa, buah dan kulitnya bisa dimanfaatkan jadi produk rumah tangga bernilai ekonomi. Harapannya, hasil karya ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan KKN, tetapi bisa diteruskan warga sebagai produk UMKM,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNISKA tidak hanya menanamkan nilai-nilai pengabdian, tetapi juga mendorong transformasi pengetahuan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. (HNG/JCI).

Exit mobile version