Banjarmasin, Jukung.co.id – Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengikuti kegiatan Edukasi Kemetrologian yang digelar di Gedung Lecture Theater Building ULM, Jalan Hasan Basry, Banjarmasin, jelang tengah hari Selasa (27/05/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Dalam kesempatan itu, Kabid Kemetrologian Disperdagin Banjarmasin, Kusmarini, menyampaikan bahwa edukasi ini penting karena pengukuran yang tepat dan akurat merupakan bagian esensial dari praktik ekonomi dan bisnis modern.
“Tujuan digelarnya edukasi kemetrologian ini adalah untuk membekali mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan keterampilan guna memastikan akurasi, keandalan, dan kepatuhan dalam pengukuran data,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut, akurasi, keandalan, dan kepatuhan adalah fondasi penting dalam banyak hal, mulai dari analisis ekonomi, manajemen bisnis, hingga pengambilan keputusan strategis.
Pengukuran yang akurat bukan hanya penting di laboratorium atau industri, tapi juga dalam analisis ekonomi, manajemen bisnis, dan proses pengambilan keputusan.
“Semua proses ekonomi, mulai dari perhitungan inflasi, logistik, penetapan harga, hingga laporan keuangan, sangat bergantung pada data yang akurat. Ini adalah fondasi penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa ekonomi,” tambahnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Prof. Dr. Ahmad Yunani, S.E., M.Si, menyatakan edukasi kemetrologian sangat relevan dengan tuntutan era digital dan industri 4.0.
“Di era digital seperti sekarang, kemetrologian berperan penting dalam memastikan akurasi data dari teknologi 4.0 seperti Internet of Things, big data, dan kecerdasan buatan,” ujarnya.
Menurut Prof. Ahmad Yunani, mahasiswa yang memiliki pengetahuan dalam bidang ini akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang serba digital, di mana kualitas data sangat menentukan kualitas keputusan.
“Mahasiswa yang teredukasi dalam bidang ini akan lebih siap menghadapi tantangan teknologi di dunia kerja. Mereka akan memahami pentingnya data yang akurat dalam proses analisis bisnis dan manajemen,” jelasnya.
Prof. Ahmad Yunani juga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan antara FEB ULM dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.
“Kami berharap kegiatan edukatif seperti ini bisa menjadi agenda rutin dan bahkan dikembangkan menjadi bentuk pelatihan terapan atau praktik lapangan yang melibatkan mahasiswa secara lebih aktif,” pungkasnya. (HNG/JCI).
