Banjarmasin, Jukung.co.id – Perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas di Terminal Petikemas Banjarmasin mulai dipersiapkan menjelang pemberlakuan Nota Jasa Kepelabuhanan pada 1 Oktober 2026.
Pelindo Regional 3 bersama Terminal Petikemas Banjarmasin menggelar sosialisasi kepada para pengguna jasa di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, baisukan Jumat (18/09/2026).
Sosialisasi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi peralihan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas.
Dalam kegiatan tersebut, para pengguna jasa mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme baru, tahapan proses, hingga berbagai hal nang perlu dipersiapkan sebelum sistem mulai diterapkan.
Selain pemaparan materi, kegiatan jua dimanfaatkan sebagai forum diskusi. Pengguna jasa dapat menyampaikan pertanyaan maupun hal-hal nang masih perlu diklarifikasi terkait penerapan mekanisme baru.
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan sosialisasi dilakukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman nang sama sebelum perubahan diberlakukan.
“Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi kami bersama pengguna jasa gasan memahami perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas. Dengan adanya informasi nang disampaikan lebih awal, kami berharap seluruh pihak dapat mempersiapkan diri sehingga proses implementasi pada 1 Oktober dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan pengguna jasa menjadi salah satu bagian penting dalam proses transisi.
Karena itu, TPK Banjarmasin terus melakukan koordinasi dengan para pengguna jasa agar penyesuaian terhadap mekanisme baru dapat dilakukan sebelum tanggal pemberlakuan.
Matan sisi pengguna jasa, Manager Operasional PPNP Cabang Banjarmasin, Yudha Hadinata, menyambut sosialisasi tersebut sebagai langkah gasan memberikan gambaran lebih awal mengenai perubahan layanan.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami sebagai pengguna jasa mendapatkan gambaran nang lebih jelas mengenai mekanisme nang akan diterapkan. Hal ini tentunya membantu kami melakukan persiapan, terutama matan sisi administrasi wan proses layanan, sehingga pada saat implementasi nanti dapat berjalan dengan lebih lancar,” jelasnya.
Ia menilai penyampaian informasi sebelum penerapan penting agar pengguna jasa memiliki waktu gasan menyesuaikan proses internal lawan mekanisme nang akan diberlakukan.
Peralihan penerbitan nota layanan jasa barang petikemas menjadi bagian dari penyesuaian proses layanan kepelabuhanan.
Melalui sosialisasi wan koordinasi sebelum implementasi, pengguna jasa diharapkan dapat memahami tahapan nang akan dijalankan serta menyiapkan kebutuhan administrasi maupun proses layanan.
Dengan persiapan tersebut, penerapan Nota Jasa Kepelabuhanan mulai 1 Oktober 2026 diharapkan dapat berlangsung tertib wan mendukung kelancaran pelayanan di Terminal Petikemas Banjarmasin. (RLS/JCI).













