Banjarmasin, Jukung.co.id — Mengenal pajak sejak bangku sekolah menjadi salah satu cara Direktorat Jenderal Pajak menanamkan kesadaran perpajakan kepada generasi muda. Melalui Pajak Bertutur 2026, pelajar diajak memahami bila pajak kada sekedar kewajiban ketika sudah menjadi wajib pajak, tetapi memiliki kaitan dengan pembangunan wan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pajak Bertutur 2026 dengan mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” wan tagline “Sehari Mengenal, Selawasnya Bangga”, digelar serentak pada Kamis (03/09/2026)
Di wilayah Kalimantan Selatan wan Kalimantan Tengah, kegiatan tersebut dilaksanakan di 18 satuan pendidikan wan melibatkan sedikitnya 1.167 peserta didik, mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Kegiatan diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan wan Tengah bersama kantor pelayanan pajak serta KP2KP di wilayah kerjanya.
Materi nang diberikan disesuaikan lawan jenjang pendidikan peserta. Pelajar kada hanya diperkenalkan dengan pengertian pajak, tetapi jua diajak melihat hubungan antara pajak, APBN, fasilitas publik, serta pembangunan Indonesia.
Pada jenjang SMP, misalnya, peserta dikenalkan dengan sumber pendapatan negara wan peran pajak dalam pembangunan. Mereka jua diajak membangun kebiasaan belajar, kejujuran, serta kesadaran turut menyebarkan pemahaman mengenai pajak di lingkungan sekitar.
Sementara pelajar SMA didorong memanfaatkan berbagai fasilitas nang tersedia gasan meraih prestasi, menjaga fasilitas publik, serta mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Adapun mahasiswa diarahkan gasan mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus menjadi contoh kepatuhan pajak di tengah masyarakat.
Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan wan Tengah, Anton Budhi Setiawan, mengatakan edukasi perpajakan perlu dikenalkan sejak dini karena generasi muda merupakan bagian penting masa depan Indonesia.
“Pajak Bertutur bukan sekadar kegiatan gasan mengenalkan pajak kepada siswa. Ini adalah bagian matan upaya kita menanamkan kesadaran bila mereka adalah generasi nang kelak akan meneruskan pembangunan Indonesia,” ujarnya, jelang tengah hari Kamis (03/09/2026).
Pelaksanaan Pajak Bertutur tahun ini jua berlangsung di tengah tantangan kebakaran hutan wan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kegiatan menyesuaikan situasi masing-masing daerah. Sebagian kegiatan tetap dilakukan secara langsung dengan memperhatikan kondisi wan kenyamanan peserta, sementara kegiatan di wilayah tertentu dilaksanakan secara daring.
Anton Budhi Setiawan mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan agar edukasi perpajakan tetap dapat menjangkau generasi muda tanpa mengabaikan kondisi wan keselamatan masyarakat.
“Di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, kondisi karhutla membuat kita harus lebih adaptif. Ketika belum memungkinkan gasan berkumpul secara langsung, teknologi menjadi jumbatan agar semangat Pajak Bertutur tetap tersampaikan,” ucapnya.
Pemanfaatan teknologi jua memberikan pengalaman tersendiri bagi sejumlah pelajar di daerah.
Di SMPN 1 Katingan Tengah, misalnya, dua siswi kelas IX, Yohana Tenalema Panyat wan Wiona Aurelita Green, mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” melalui Zoom bersama Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.
Bagi keduanya, kesempatan tersebut kada hanya menambah pengetahuan mengenai pajak, tetapi jua memberikan pengalaman dapat terhubung lawan kegiatan nang diikuti pelajar matan berbagai daerah di Indonesia.
Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana ruang virtual dapat memperluas kesempatan belajar bagi pelajar di daerah, termasuk ketika kondisi lapangan kada memungkinkan kegiatan dilakukan secara tatap muka.
Anton Budhi Setiawan berharap pengalaman nang diperoleh peserta kada berhenti setelah kegiatan Pajak Bertutur selesai.
Menurutnya, kesadaran pajak membutuhkan proses nang panjang wan perlu dibangun secara bertahap melalui pemahaman mengenai hubungan antara kontribusi masyarakat wan pembangunan negara.
“Kami berharap satu hari mengenal pajak hari ini dapat menjadi awal kebanggaan nang tumbuh dalam diri mereka sebagai warga negara,” ujarnya.
Pajak Bertutur 2026 di Kalsel wan Kalteng menjadi bagian dari upaya DJP memperluas inklusi kesadaran pajak di lingkungan pendidikan.
Dari ruang kelas hingga ruang virtual, edukasi tersebut diarahkan agar generasi muda memahami bahwa pembangunan Indonesia kada berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kontribusi bersama. (DJP/JCI).












