Serius Tekan Angka Kematian Ibu wan Bayi, Dinkes Banjarmasin Perkuat Sistem Data Kesehatan!

Serius Tekan Angka Kematian Ibu wan Bayi, Dinkes Banjarmasin Perkuat Sistem Data Kesehatan!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu wan anak terus diperkuat Dinas Kesehatan Banjarmasin melalui pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Rekomendasi Audit Maternal Perinatal Kota (CATPORSIGIZIKESGA) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Banjarmasin, baisukan Senin (06/04/2026) tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menekan angka kematian ibu wan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan warga secara menyeluruh.

Kasi Kesehatan Keluarga wan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Ardiansyah, menyampaikan pertemuan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya gasan ibu, bayi, wan anak.

Menurutnya, kegiatan ini kada hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan rekomendasi berbasis hasil audit maternal perinatal yang nantinya dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan konkret.

“Pertemuan ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan rekomendasi hasil audit maternal perinatal agar dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan wan langkah perbaikan pelayanan yang lebih efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga wayah ini persoalan kesehatan ibu wan anak masih menjadi tantangan serius, termasuk masalah gizi, stunting, kualitas pelayanan antenatal, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi wan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas program serta lintas sektor.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah penguatan sistem data sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui pemanfaatan aplikasi SIGIZIKESGA, pencatatan data gizi serta kesehatan ibu wan anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih disiplin, terintegrasi, wan real-time.

Pemanfaatan sistem digital tersebut dinilai sangat penting dalam memantau kondisi ibu hamil, status gizi balita, serta mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting wan kematian ibu maupun bayi.

Dinas Kesehatan Banjarmasin juga berharap seluruh peserta yang terdiri dari narasumber tingkat provinsi, tenaga kesehatan, bidan koordinator, serta pengelola program kesehatan dapat mengikuti kegiatan dengan serius.

Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan kada hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan di lapangan.

“Hasil rekomendasi yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan wan menyelamatkan generasi masa depan Banjarmasin,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan yang lebih responsif, berbasis data, serta berorientasi pada keselamatan ibu wan anak sebagai generasi penerus bangsa. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *