Baru 5,7 Persen Terverifikasi, Program Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita di Banjarmasin Masih Bertahap

Baru 5,7 Persen Terverifikasi, Program Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita di Banjarmasin Masih Bertahap

Banjarmasin, Jukung.co.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) di Banjarmasin hingga kini masih berjalan secara bertahap. Dari total sasaran sekitar 42.363 jiwa, baru sebanyak 2.411 orang yang berhasil diverifikasi atau sekitar 5,7 persen dari target keseluruhan.

Data sasaran tersebut bersumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Banjarmasin, yang sebelumnya diminta oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pelaksana program. Data itu kemudian diverifikasi di lapangan oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Kepala DPPKBPM Banjarmasin, Helfiannoor, menjelaskan pihaknya berperan dalam penyediaan dan penyerahan data sasaran sesuai hasil pendataan yang dimiliki. Setelah proses verifikasi selesai, data tersebut diserahkan kembali kepada SPPG untuk menentukan lokasi serta teknis pelaksanaan program MBG di lapangan.

“DPPKBPM hanya menyerahkan data yang tersedia. Setelah itu, pelaksanaan program sepenuhnya menjadi kewenangan SPPG, termasuk penentuan wilayah sasaran,” ujar Helfiannoor, baisukan Selasa (27/01/2026).

Ia menyebutkan, salah satu wilayah di Banjarmasin yang telah menjalankan program MBG bagi kelompok 3B adalah kawasan Banua Anyar. Di wilayah tersebut, paket makanan bergizi dibagikan secara rutin setiap hari kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.

Menurut Helfiannoor, program ini mendapat respons positif dari masyarakat, mengingat sasaran program merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko stunting dan permasalahan gizi lainnya.

“Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh masyarakat. Karena memang yang disasar adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami stunting,” ucapnya.

Meski demikian, Helfiannoor mengakui tantangan masih cukup besar, mengingat angka stunting di Banjarmasin saat ini masih menunjukkan kecenderungan stagnan. Ia berharap, melalui sinergi berbagai program penanganan gizi dan kesehatan keluarga, termasuk Program MBG, angka stunting dapat ditekan secara bertahap.

“Mudah-mudahan dengan intervensi ini bisa menurunkan angka stunting, walaupun kita tahu saat ini kondisinya masih relatif stagnan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat yang sebelumnya hanya menyasar anak usia sekolah. Namun mulai tahun 2026, cakupan program diperluas hingga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya memperkuat intervensi gizi sejak dini.

Program ini bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, serta mendukung kesehatan keluarga secara berkelanjutan. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan akan terus diperluas sesuai target dan kesiapan di masing-masing daerah. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *