Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting dengan memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat posyandu. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyaluran alat antropometri ke Posyandu Teratai I yang berlokasi di Jalan Kelayan B, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, tengah hari Senin (19/01/2026).
Penyaluran alat antropometri tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan pemantauan tumbuh kembang balita, sehingga potensi terjadinya stunting dapat terdeteksi sejak dini. Dengan data pengukuran yang lebih akurat, intervensi gizi dan edukasi kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Penyerahan alat dilakukan oleh Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani. Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM), Ketua TP Posyandu Kecamatan Banjarmasin Selatan, serta Lurah Tanjung Pagar.
Ketua TP Posyandu Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menegaskan kelengkapan sarana dan prasarana pengukuran menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas layanan posyandu. Menurutnya, alat ukur yang standar dan memadai akan menghasilkan data pertumbuhan balita yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang akurat sangat penting untuk mendeteksi risiko stunting sejak tahap awal. Dengan pengukuran yang tepat, kader posyandu juga bisa memberikan edukasi kesehatan yang lebih baik kepada keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan sarana posyandu merupakan bagian dari strategi Pemko Banjarmasin dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bersifat preventif, bukan hanya kuratif. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Dengan alat yang memadai, kader posyandu dapat bekerja lebih optimal dalam memantau pertumbuhan balita dan memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” tambahnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menjelaskan alat antropometri yang disalurkan meliputi perangkat pengukur tinggi badan, berat badan, serta lingkar tubuh balita yang telah terstandarisasi.
Peralatan tersebut akan digunakan oleh kader posyandu sebagai dasar dalam memperoleh data pertumbuhan anak yang akurat. Data ini selanjutnya menjadi rujukan utama dalam menentukan langkah intervensi gizi, pemantauan kesehatan, serta penanganan dini terhadap balita yang berisiko mengalami stunting.
“Alat ini diharapkan dapat menjadi pengukur tumbuh kembang anak secara akurat dan benar-benar dimanfaatkan oleh kader posyandu dalam kegiatan pelayanan rutin,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Dengan dukungan sarana yang memadai, diharapkan kualitas layanan posyandu di Banjarmasin semakin meningkat dan mampu berkontribusi signifikan dalam upaya penurunan prevalensi stunting.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas stunting. (EPW/JCI).













