Banjarmasin, Jukung.co.id – Menyambut Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada tanggal 07 Novemver , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel melalui UPTD Taman Budaya Kalsel kembali menghadirkan pertunjukan seni tradisi Banjar melalui Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong.
Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong digelar di Panggung Bachtiar Sanderta Taman Budaya Kalimantan Selatan, pada 07 – 08 November 2025.
Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Kalsel, Nitta Aulia, mewakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyatakan kegiatan ini bertujuan mengedukasi sekaligus menghibur masyarakat.
Kegiatan ini nantinya akan ada dialog dengan mengangkat tema Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong dengan menghadirkan dalang Ufik dari Pepadi serta dalang Sutisno wan Udreka dari DI Yogyakarta, diselengarakan pada 24–25 November 2025.
“Selain pertunjukan, kami juga mengadakan dialog budaya bertema ‘Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong’ pada 24–25 November 2025. Narasumbernya akan hadir dari dalang lokal dan dalang tamu dari DI Yogyakarta,” jelasnya, malam Sabtu (31/10/2025).
Puncak peringatan akan ditandai dengan Festival Wayang Kulit Banjar pada 26 November 2025. Festival ini menampilkan dalang-dalang Banua dari berbagai tingkat keahlian, mulai dari junior hingga senior. Saat ini, sudah terdaftar tujuh grup dalang dari beberapa kabupaten/kota di Kalsel yang akan memeriahkan festival.
“Ini merupakan festival Wayang Kulit Banjar pertama yang digelar Taman Budaya Kalsel. Kami berharap festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda,” tambahnya.
Pergelaran ini digelar di halaman Taman Budaya Kalsel, sehingga masyarakat dapat menonton langsung keindahan dan keunikan pertunjukan Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong. Selain hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi Banjar.
Kegiatan ini juga akan menghadirkan sesi dialog interaktif yang memungkinkan penonton belajar mengenai filosofi, teknik pementasan, dan pesan moral yang terkandung dalam setiap lakon. Kehadiran dalang tamu dari Yogyakarta diharapkan menambah perspektif baru dan memperluas wawasan tentang perkembangan wayang di tingkat nasional.
Melalui pergelaran dan festival ini, Disdikbud Kalsel berharap seni tradisi Banjar tetap hidup, dikenal luas, dan menjadi inspirasi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah. (HNG/JCI).













