Jangan Sampai Ada Anak Tanpa Identitas, Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Sekolah Bergerak

Jangan Sampai Ada Anak Tanpa Identitas, Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Sekolah Bergerak

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemenuhan hak anak kada hanya berkaitan lawan pendidikan wan kesehatan, tetapi jua dimulai matan kepemilikan identitas resmi. Karena itu, Bunda PAUD Banjarmasin, Neli Listriani, mendorong agar setiap anak sejak usia dini memiliki dokumen administrasi kependudukan, terutama Akta Kelahiran wan Kartu Identitas Anak (KIA).

Upaya tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelayanan dokumen administrasi kependudukan antara Dinas Kependudukan wan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin dengan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina se-Banjarmasin di Aula Disdukcapil Banjarmasin, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, baisukan Sabtu (31/10/2026).

Melalui kerja sama ini, satuan pendidikan diharapkan kada hanya menjadi tempat anak memperoleh pendidikan, tetapi jua berperan sebagai penghubung antara pemerintah wan orang tua dalam memastikan kelengkapan dokumen identitas anak.

Dalam kegiatan, Neli Listriani jua menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA), suvenir, wan bingkisan kepada sejumlah perwakilan peserta didik.

Neli Listriani menegaskan, kepemilikan KIA bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan bagian dari pengakuan negara terhadap keberadaan wan hak anak sebagai warga negara.

“Setiap anak berhak memiliki identitas resmi sejak dini. KIA bukan hanya menjadi tanda pengenal, tetapi jua merupakan bagian dari pemenuhan hak sipil anak sekaligus dapat mempermudah mereka dalam mengakses berbagai layanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kerja sama diharapkan semakin banyak anak di Banjarmasin nang memiliki identitas resmi. Ia pun mengajak seluruh satuan pendidikan PAUD aktif menyosialisasikan pentingnya dokumen kependudukan kepada kuwitan peserta didik.

“Peran satuan pendidikan sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada kuwitan peserta didik mengenai pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan anak. Kami berharap sekolah dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah wan keluarga, sehingga kadada lagi anak nang terlewat dari pemenuhan hak identitasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Banjarmasin, Muhammad Helfianoor, menyatakan kepemilikan KIA menjadi salah satu hal penting nang harus diperhatikan sejak anak masih berada pada usia pendidikan dini.

Ia menjelaskan, KIA merupakan identitas resmi anak nang tercatat dalam administrasi kependudukan negara. Dokumen tersebut jua mendukung pemenuhan hak anak wan kemudahan dalam memperoleh berbagai pelayanan publik.

“Melalui KIA, anak memiliki identitas resmi nang tercatat dalam administrasi kependudukan negara. Karena itu, kami terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui kerja sama lawan satuan pendidikan,” jelasnya.

Dukungan jua disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama. Ia menilai pemenuhan hak anak harus dilakukan secara menyeluruh, kada hanya melalui pendidikan berkualitas, tetapi jua dengan memastikan hak-hak dasar setiap anak terpenuhi.

“Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, pemenuhan hak anak jua harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan setiap anak memiliki dokumen identitas resmi,” ungkapnya.

Ia menyambut baik kolaborasi tersebut karena dinilai sejalan lawan upaya mewujudkan Banjarmasin nang ramah anak wan memberikan perlindungan terhadap generasi sejak usia dini.

Melalui sinergi Bunda PAUD, Disdukcapil, Dinas Pendidikan, wan satuan pendidikan, Pemko Banjarmasin berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau keluarga. Dengan demikian, hak anak gasan memiliki identitas resmi dapat terpenuhi sejak dini. (EPW/JCI).

Exit mobile version