Banjarmasin, Jukung.co.id – Keimanan kada cukup hanya diucapkan melalui lisan atau dihafalkan sejak kecil. Lebih dari itu, iman harus diyakini dalam hati wan diwujudkan melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz H. Muhammad Yusuf Rusli, S.Pd.I., MA, dalam tausiah di Mushalla Muhammadiyah Al Hidayah, Jalan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, malam Ahad (31/10/2026).
Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam untuk kembali memperkuat keyakinan kepada Allah SWT, sekaligus menjadikan keimanan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, keberadaan masjid nang cukup banyak belum sepenuhnya sebanding lawan jumlah masyarakat nang mengaku beragama Islam. Kondisi tersebut menjadi bahan renungan agar umat kada berhenti pada pengakuan sebagai saurang muslim, tetapi jua berupaya mengamalkan ajaran agama.
Ia mengingatkan, pengenalan terhadap syahadat telah diberikan sejak usia dini. Namun, menghafal wan mengucapkan kalimat syahadat saja belum cukup apabila kada disertai pemahaman, keyakinan, serta pengamalan dalam kehidupan.
Karena itu, Ustadz Yusuf Rusli mengajak setiap keluarga mulai membangun kembali penguatan iman, terutama melalui pendidikan agama kepada anak-anak.
Menurutnya, kuwitan memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak, termasuk membimbing mereka agar memahami wan membenarkan keimanan di dalam hati, mengucapkannya melalui lisan, serta membuktikannya lewat amal perbuatan.
Salah satu bentuk nyata pendidikan keimanan adalah membiasakan anak melaksanakan sholat wan puasa. Anak-anak jua perlu dilatih untuk taat kepada Allah SWT, bukan sekadar diberi pemahaman secara lisan.
Ia menekankan, mendidik keluarga agar menjalankan sholat membutuhkan kesabaran wan ketekunan. Kuwitan hendaknya terus mengingatkan, membimbing, serta mengajak anak-anak untuk datang ke masjid wan membiasakan diri beribadah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan iman bukan hanya sebatas pengakuan atau ucapan. Keimanan harus tercermin dalam sikap wan perilaku sasaurang, termasuk ketika menerima nikmat.
Urang nang memiliki keyakinan kuat, akan menyadari bila setiap nikmat berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut semestinya mendorong sasaurang senantiasa bersyukur wan menggunakan nikmat nang diterima dalam hal-hal ang diridhoi-Nya.
Melalui tausiah, Ustadz Yusuf Rusli mengajak umat Islam menjadikan keluarga sebagai tempat pertama gasan menanamkan wan menguatkan keimanan. Sebab, iman nang benar bukan hanya terdengar melalui ucapan, melainkan jua terlihat dalam ketaatan wan amal perbuatan sehari-hari. (HNG/JCI).
