Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin menerima dukungan anggaran sebesar Rp20 miliar matan Presiden Republik Indonesia gasan mempercepat penanganan kebakaran hutan wan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap.
Dana bantuan kada hanya diarahkan gasan mendukung operasional pemerintah wan aparat keamanan, tetapi jua membuka peluang pemberian insentif serta bantuan logistik bagi masyarakat, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swakarsa, wan para relawan nang terlibat dalam penanganan karhutla.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran berisi petunjuk teknis penggunaan dana bantuan tersebut.
Sosialisasi mekanisme penggunaan anggaran jua telah dilaksanakan di lingkungan Pemko Banjarmasin dipimpin langsung Wali Kota Muhammad Yamin wan dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.
Menurut Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Pemko Banjarmasin selanjutnya akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai landasan hukum penggunaan anggaran, termasuk mengatur jenis kegiatan wan besaran alokasi dana.
“Surat edaran Menteri Dalam Negeri terkait petunjuk teknis penggunaan dana ini sudah dikeluarkan. Tadi malam sosialisasi di tingkat Pemko telah dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota wan dihadiri salah satunya oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Saya kira dalam satu atau dua hari ini Wali Kota akan mengeluarkan Perwali nang menjadi dasar penggunaan dana Rp20 miliar ini, terutama mengenai item kegiatan wan besaran anggarannya,” ujar Muhammad Rifqinizamy Karsayuda usai menghadiri Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Karhutla di Kompleks Villa Mahantas, Sungai Andai, baisukan Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan, pemanfaatan dana harus menjangkau pihak-pihak nang bekerja langsung di lapangan. Selain kebutuhan operasional instansi pemerintah, termasuk TNI wan Polri, dukungan jua dapat diberikan kepada masyarakat wan relawan melalui insentif maupun bantuan logistik.
Namun, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengingatkan agar penggunaan anggaran tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas wan tertib administrasi.
Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat wan relawan penerima bantuan agar memahami mekanisme penggunaan dana serta penyusunan laporan pertanggungjawaban.
“Saya menekankan, hal nang kada kalah penting adalah bagaimana kita membantu pihak ketiga, terutama relawan wan masyarakat nang diberikan dana ini, agar bisa mengadministrasikan pertanggungjawabannya. Jangan sampai dana mudah dikeluarkan, tetapi kemudian kada bisa dipertanggungjawabkan sehingga menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat, serta jajaran DPR RI atas dukungan anggaran gasan penanganan karhutla di daerahnya.
Muhammad Yamin menilai bantuan Rp20 miliar menjadi dukungan penting bagi petugas pemadam kebakaran wan seluruh unsur nang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana.
“Hari ini kita semua, khususnya rekan-rekan damkar wan tim penanganan karhutla, menerima bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar. Tentunya, kami mewakili seluruh masyarakat Banjarmasin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran kementerian, DPR RI, wan Pak Rifqinizamy Karsayuda nang selalu memberikan dukungan gasan Banjarmasin,” ucapnya.
Meski hujan sempat mengguyur Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir, Muhammad Yamin mengingatkan potensi kabut asap masih perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap permukiman wan lingkungan masyarakat.
Karena itu, Pemko Banjarmasin terus memperkuat koordinasi lintas sektor melalui apel kesiapsiagaan, penguatan tim penanggulangan bencana, serta penyiapan jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak. (EPW/JCI).
