Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemandangan tihang wan kabel telekomunikasi yang selawas ini memenuhi sejumlah ruas jalan di Banjarmasin mulai ditata. Pemerintah Kota Banjarmasin wayah ini melakukan uji coba pemasangan tihang bersama di kawasan Simpang Empat Kantor Pos, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah.
Pemasangan tihang bersama mulai dikerjakan sejak sekitar sepekan ini wan hingga wayah ini masih berlangsung secara bertahap.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarmasin membenahi utilitas telekomunikasi perkotaan yang dinilai kada hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan wan ketertiban ruang publik.
Melalui sistem tihang bersama, sejumlah jaringan telekomunikasi yang sebelumnya menggunakan tihang secara terpisah nantinya diarahkan untuk ditempatkan pada satu infrastruktur yang sama.
Dengan demikian, jumlah tihang yang berdiri di sepanjang ruas jalan dapat ditekan wan penataan kabel diharapkan menjadi lebih tertib.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam mendorong penataan infrastruktur utilitas perkotaan.
Pemerintah kota selanjutnya akan melakukan koordinasi lawan buhan pemilik jaringan fiber optik wan penyedia layanan telekomunikasi supaya jaringan yang wayah ini masih menggunakan tihang masing-masing dapat secara bertahap dipindahkan ke tihang bersama.
Pelaksana Tugas Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, mengatakan pemasangan tihang bersama menjadi langkah awal untuk membangun sistem utilitas telekomunikasi yang lebih tertib wan terintegrasi.
Menurutnya, proses penataan kada dapat dilakukan secara instan lantaran melibatkan banyak pemilik jaringan wan harus tetap memastikan pelayanan telekomunikasi kepada masyarakat kada terganggu.
“Wayah ini fokus kami adalah berkoordinasi lawan sabarataan pemilik jaringan fiber optik untuk melakukan migrasi jaringan wan merampingkan tihang-tihang yang masih berdiri secara terpisah. Penataan ini membutuhkan komitmen bersama supaya prosesnya berjalan bertahap tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat,” ujarnya, baisukan Selasa (21/07/2026).
Dalam pelaksanaannya, penataan utilitas melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai tugas wan kewenangan masing-masing.
Dinas Perhubungan Banjarmasin turut mendukung proses tersebut, terutama dalam penyediaan infrastruktur tihang bersama wan pengaturan lalu lintas selawas pekerjaan berlangsung.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap penerapan tihang bersama dapat menjadi solusi gasan mengurangi kepadatan tihang telekomunikasi yang berdiri secara terpisah di sejumlah kawasan perkotaan.
Selain memperbaiki estetika lingkungan, penataan ini juga diharapkan mampu menciptakan pemanfaatan ruang publik yang lebih efisien sekaligus meningkatkan aspek keselamatan gasan masyarakat.
Febpry Ghara Utama menjelaskan, penataan utilitas telekomunikasi merupakan bagian dari langkah jangka panjang Pemko Banjarmasin dalam membangun sistem infrastruktur perkotaan yang lebih modern.
Kada hanya mengandalkan tihang bersama, pemerintah juga tengah menyiapkan konsep pengembangan sistem ducting atau jaringan utilitas bawah tanah.
Konsep tersebut nantinya diarahkan gasan mengurangi keberadaan kabel udara secara bertahap sehingga wajah kawasan perkotaan dapat terlihat lebih rapi wan tertata.
“Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah menyiapkan pengembangan sistem ducting atau jaringan utilitas bawah tanah. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi keberadaan kabel udara secara bertahap sehingga kawasan perkotaan menjadi lebih rapi, modern, wan adaptif terhadap perkembangan infrastruktur,” jelasnya.
Pengembangan jaringan utilitas bawah tanah dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadirkan tata ruang kota yang lebih terintegrasi.
Namun, sebelum menuju tahap tersebut, penerapan tihang bersama menjadi salah satu upaya awal yang dapat dilakukan gasan mengurangi jumlah tihang sekaligus merapikan jaringan telekomunikasi yang telah ada.
Pemko Banjarmasin optimistis penataan utilitas ini dapat diperluas ke kawasan strategis lainnya setelah pelaksanaan uji coba berjalan wan koordinasi lawan buhan pemilik jaringan semakin optimal.
Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, penyedia layanan telekomunikasi, pemilik jaringan fiber optik, serta sabarataan pemangku kepentingan.
Dengan penataan yang dilakukan secara bertahap wan terintegrasi, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap persoalan tihang wan kabel telekomunikasi yang semrawut dapat dikurangi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan wajah Banjarmasin nang lebih rapi, aman, nyaman, wan siap beradaptasi lawan perkembangan teknologi serta kebutuhan infrastruktur perkotaan di masa mendatang. (EPW/JCI).












