Produk Bagus Aja Kada Cukup, UMKM Banjarmasin Dibekali Jurus Branding

Produk Bagus Aja Kada Cukup, UMKM Banjarmasin Dibekali Jurus Branding

Banjarmasin, Jukung.co.id – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, wan Menengah (UMKM) di Banjarmasin mendapat pembekalan strategi branding wan pengembangan bisnis melalui pelatihan bertajuk “Pelatihan Branding wan UMKM gasan Naik Kelas”.

Kegiatan yang digelar Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) bekerja sama lawan Dinas Perdagangan wan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin serta Komunitas Wanita Cerdas Berdaya tersebut berlangsung di Aula Rumah Kemasan Banjarmasin, Jalan Hasan Basri, Kompleks Meranti, Kecamatan Banjarmasin Utara, baisukan Rabu (15/07/2026).

Pelatihan ini menjadi ruang gasan pelaku UMKM, khususnya babinian, untuk meningkatkan kapasitas dalam membangun identitas merek, memperkuat strategi pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Kegiatan dibuka Ketua Umum DPP FKPWK, Rachmad Fadillah, S.H wan dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ir. Noorsyahdi, M.Kes., perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan wan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin, serta praktisi UMKM Alisa Rahimi sebagai narasumber utama.

Ketua Umum DPP FKPWK, Rachmad Fadillah, S.H., mengatakan peringatan hari jadi FKPWK yang memasuki usia dua tahun kada hanya menjadi momentum gasan merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan gasan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, pelaku UMKM wayah ini kada cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu memiliki pola pikir yang terus berkembang, berani beradaptasi lawan perubahan, serta mampu membangun branding yang kuat agar dapat bersaing wan mengembangkan usahanya.

“Kami meyakini UMKM bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membangun mimpi, menjaga harapan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, serta menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, FKPWK berkomitmen menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi babinian di Kalimantan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Divisi Pemberdayaan Perempuan wan UMKM dengan mendorong lahirnya babinian yang tangguh, mandiri, produktif, wan memiliki daya saing.

Rachmad Fadillah juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disperdagin yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Aula Rumah Kemasan. Apresiasi serupa disampaikan kepada DP3A Banjarmasin yang turut mendukung program pemberdayaan perempuan.

Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ir. Noorsyahdi, M.Kes., menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting gasan membantu pelaku Industri Kecil wan Menengah (IKM) serta UMKM meningkatkan kualitas usaha wan memperluas pasar.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran wan perilaku konsumen. Karena itu, pelaku usaha dituntut lebih jeli dalam menentukan strategi promosi supaya produk yang dihasilkan mampu dikenal wan memiliki daya saing.

Dalam rangka menyambut Hari Jadi  Banjarmasin ke-500, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana mendorong kreativitas pelaku usaha melalui lomba desain konten gasan produk-produk unggulan daerah.

Di sisi lain, praktisi UMKM sekaligus narasumber pelatihan, Alisa Rahimi, menekankan pentingnya penguasaan teknologi gasan pelaku usaha di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Pelaku UMKM, menurutnya, perlu memanfaatkan media sosial secara optimal sebagai sarana memperkenalkan produk sekaligus membangun citra usaha. Kemampuan mengelola media sosial secara kreatif diharapkan dapat membuat pelaku UMKM lebih percaya diri dalam memasarkan produknya.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3A Banjarmasin, Nazwa Adibah, S.Si., Apt., berharap peningkatan kapasitas pelaku usaha dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga.

Menurutnya, semakin kuat wan mandiri pelaku UMKM, semakin besar pula peluang mereka dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pembangunan ekonomi di Banjarmasin.

Pelatihan ini diikuti pengurus wan anggota Komunitas Wanita Cerdas Berdaya serta sejumlah pelaku UMKM. Buhan peserta mendapat kesempatan gasan memperkuat pemahaman mengenai branding wan strategi pengembangan usaha supaya produk yang mereka miliki kada hanya berkualitas, tetapi juga memiliki identitas yang kuat wan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (HNG/JCI).

Jangan Kada Ingat Picik Link Video Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *