Kotabaru, Jukung.co.id – Iwak lele wan bandeng kada lagi hanya diolah menjadi menu makanan sehari-hari. Di tangan pelaku usaha yang kreatif, kedua jenis iwak tersebut dapat disulap menjadi berbagai produk unik dengan nilai jual lebih tinggi.
Peluang inilah yang coba dikembangkan Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan yang berlangsung selawas empat hari, 14 hingga 17 Juli 2026, di Aula Kantor Dinas Perikanan Kotabaru, baisukan Selasa (14/07/2026).
Pelatihan diikuti Dharma Wanita Persatuan (DWP), Pemberdayaan wan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, wan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotabaru.
Kada sekadar memberikan teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan berbagai teknik pengolahan iwak menjadi produk yang lebih kreatif wan memiliki potensi pasar.
Lima inovasi olahan diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya iwak bandeng cabut duri, mi wan topping berbahan iwak bandeng, es krim iwak lele, Cendolika iwak bandeng, serta sambal bandeng asap.
Kehadiran inovasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan baru gasan pelaku UMKM bila hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi beragam produk dengan kemasan wan cita rasa yang lebih menarik.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, mengatakan ilmu yang diperoleh peserta selawas pelatihan diharapkan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Menurutnya, diversifikasi produk menjadi salah satu langkah penting supaya pelaku UMKM kada hanya bergantung pada satu jenis produk olahan.
Zaenal Arifin mendorong peserta memanfaatkan bahan baku iwak lele wan bandeng untuk menciptakan produk yang lebih beragam sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi wan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kalau kita olah sedemikian rupa yang menarik wan berinovasi tentu akan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, Dinas Perikanan Kotabaru menghadirkan dua narasumber matan Gresik, Jawa Timur, yakni Agung Nuri Wijaya wan Kikis Rochana Handayani.
Keduanya memberikan materi sekaligus pendampingan kepada peserta mengenai pengolahan hasil perikanan menjadi produk yang inovatif wan berpotensi dikembangkan sebagai usaha.
Setelah pembukaan wan penyampaian materi, peserta matan unsur PKK, DWP, serta pelaku UMKM langsung mengikuti praktik pengolahan berbagai produk.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah pembuatan es krim berbahan dasar iwak lele. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana bahan pangan yang selawas ini identik dengan lauk sehari-hari dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih kekinian wan memiliki daya tarik tersendiri.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru berharap kemampuan wan kreativitas pelaku UMKM semakin meningkat. Produk olahan iwak yang dihasilkan diharapkan kada hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga dikemas secara menarik sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran.
Pengembangan produk olahan iwak juga dinilai dapat menjadi peluang gasan memperkuat ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.
Ke depan, produk-produk inovatif tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi berbagai pilihan kuliner khas Kotabaru yang dapat dipasarkan lebih luas, bahkan berpotensi menjadi oleh-oleh unggulan daerah.
Semakin banyak inovasi yang lahir dari tangan pelaku UMKM, hasil perikanan Kotabaru kada hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu membuka peluang usaha baru wan meningkatkan daya saing produk lokal. (RLS/JCI).












