Banjarmasin, Jukung.co.id – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan wan Tengah terus memperkuat langkah pengamanan penerimaan negara melalui kegiatan penagihan aktif terhadap wajib pajak yang masih memiliki tunggakan.
Melalui program Pekan Penyampaian Surat Paksa (PIAN PAKSA) Kedua Tahun 2026 yang berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026, sebanyak 64 Surat Paksa berhasil disampaikan kepada wajib pajak penunggak di wilayah Kalimantan Selatan wan Kalimantan Tengah.
Dari kegiatan tersebut, total tunggakan pajak yang menjadi objek penagihan mencapai Rp15,46 miliar. Sementara itu, potensi penerimaan negara yang dapat diamankan dari tindakan penagihan tersebut diperkirakan mencapai Rp3,35 miliar.
Kegiatan PIAN PAKSA dilaksanakan secara serentak oleh sabarataan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di bawah koordinasi Kanwil DJP Kalimantan Selatan wan Tengah sebagai bagian dari strategi optimalisasi pencairan piutang pajak sekaligus menjaga target penerimaan negara tahun 2026.
Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan Pajak, Intelijen, wan Penyidikan Kanwil DJP Kalimantan Selatan wan Tengah, Pele Yansen, menjelaskan Surat Paksa merupakan instrumen hukum yang diterbitkan setelah wajib pajak kada melunasi utang pajak sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan secara profesional wan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Penyampaian Surat Paksa merupakan bagian dari proses penagihan aktif yang bertujuan mengamankan penerimaan negara sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Pele Yansen, jelang kamarian Rabu (24/06/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas penagihan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
PIAN PAKSA Kedua Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari strategi Direktorat Jenderal Pajak dalam mempercepat pencairan piutang pajak yang masih tertunggak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi instrumen pengawasan gasan meningkatkan kesadaran wan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya kepada negara.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan, sabarataan KPP di lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Selatan wan Tengah berhasil menjalankan kegiatan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
Sabarataan laporan pelaksanaan telah direkapitulasi wan akan menjadi bahan evaluasi gasan memperkuat efektivitas kegiatan penagihan aktif pada periode berikutnya.
Kanwil DJP Kalimantan Selatan wan Tengah menegaskan akan terus memantau tindak lanjut atas Surat Paksa yang telah disampaikan gasan memastikan pencairan tunggakan pajak dapat berjalan optimal.
Melalui langkah tersebut, DJP berharap tingkat kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara yang digunakan gasan mendukung pembangunan wan pelayanan publik di berbagai sektor. (DJP/JCI).
