Jakarta, Jukung.co.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi dalam fasilitas syndicated sustainability-linked loan (SLL) senilai US$750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk, salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia.
Pembiayaan yang melibatkan 17 perbankan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi industri ekstraktif menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat program hilirisasi nikel nasional yang menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik wan energi bersih.
Partisipasi CIMB Niaga dalam fasilitas pembiayaan ini sejalan dengan komitmen perusahaan gasan mendukung implementasi prinsip keberlanjutan melalui berbagai instrumen pembiayaan hijau.
Head of Corporate, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan keterlibatan perseroan merupakan bagian dari visi keberlanjutan perusahaan yang mengusung semangat “Sekarang Untuk Masa Depan.”
Menurutnya, sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi global, khususnya melalui penyediaan mineral kritis yang menjadi bahan utama pengembangan baterai kendaraan listrik wan sistem penyimpanan energi.
“Keterlibatan CIMB Niaga dalam fasilitas sustainability-linked loan ini merupakan wujud dukungan kami terhadap keberlanjutan di industri ekstraktif. Kami melihat Vale Indonesia telah menerapkan praktik operasional yang memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pemanfaatan energi terbarukan gasan menghasilkan produk nikel dengan emisi yang lebih rendah,” ujar Miranty Supardi, di Jakarta, Selasa (09/06/2026).
Ia menjelaskan, skema sustainability-linked loan kada hanya berfungsi sebagai pembiayaan bisnis semata, tetapi juga mendorong perusahaan penerima fasilitas untuk mencapai target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan.
Melalui pendekatan tersebut, kinerja pembiayaan dikaitkan dengan pencapaian indikator lingkungan wan keberlanjutan sehingga mendorong perusahaan menjalankan operasional yang lebih bertanggung jawab.
Miranty Supardi menambahkan, Vale Indonesia selawas ini dikenal sebagai salah satu pelaku industri nikel yang memanfaatkan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga banyu atau hydropower dalam proses produksinya.
Selain itu, perusahaan juga memiliki rencana pengembangan energi terbarukan wan elektrifikasi yang bertujuan menekan intensitas emisi karbon di masa mendatang.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen jangka panjang CIMB Group gasan mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050.
Lebih jauh, partisipasi dalam pembiayaan ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio pembiayaan CIMB Niaga, khususnya pada sektor critical minerals yang wayahini menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik global.
Menurut Miranty Supardi, dukungan terhadap industri nikel berkelanjutan kada hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap upaya percepatan transisi energi wan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia.
Karena itu, dukungan pembiayaan terhadap perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan.
Melalui keterlibatan dalam fasilitas pembiayaan ini, CIMB Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra bagi dunia usaha dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, wan berorientasi pada masa depan. (CIMB/JCI).












